Kebanyakan Menimpa Anak Muda

Tanpa Demam dan Batuk, Tiba-tiba Kehilangan Penciuman, Anda Mungkin Terpapar Covid-19

Banyak pasien yang positif Covid-19 terinfeksi tanpa gejala demam tinggi atau batuk. Sebagai gantinya, mereka mengalami anosmia. Apa itu?

Tanpa Demam dan Batuk, Tiba-tiba Kehilangan Penciuman, Anda Mungkin Terpapar Covid-19
Pixabay
ilustrasi social distancing mencegah penyebaran virus corona 

TRIBUNJABAR.ID -  Banyak pasien yang positif Covid-19 terinfeksi tanpa gejala demam tinggi atau batuk. Sebagai gantinya, mereka mengalami anosmia, sesuatu yang hanya bisa dikenali oleh pasien itu sendiri.

Apa itu anosmia? Anosmia atau hyposmia adalah kondisi di mana seseorang tiba-tiba terganggu atau hilang indra penciumannya. Kaitan anosmia dengan paparan Covid-19 diungkap oleh ahli rinologi terkemuka di Inggris.

"Ada sejumlah laporan yang berkembang pesat tentang peningkatan signifikan dalam jumlah pasien Covid-19 yang hanya mengalami anosmia tanpa adanya gejala lain," kata peneliti seperti dilansir Business Insider, Senin (23/3/2020).

Dalam kata lain, siapa pun yang mendadak tidak bisa mencium bau memiliki potensi sebagai pembawa virus corona tak kasatmata. Dalam kondisi ini, mereka biasanya tidak memiliki gejala umum Covid-19, seperti demam dan batuk.

Di Korea Selatan, Cina, dan Italia, sekitar sepertiga pasien yang dites positif Covid-19 mengaku penciumannya terganggu atau hilang.

"Di Korea Selatan, di mana pengujian dilakukan sangat luas, 30 persen pasien yang dites positif Covid-19 memiliki anosmia (hilangnya penciuman)," kata President of the British Rhinological Society Professor, Clare Hopkins, dan President of the British Association of Otorhinolaryngology, Professor Nirmal Kumar.

Business Insider menulis, Iran telah melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus anosmia ini. Selain itu, banyak pasien dari AS, Prancis, dan Italia Utara yang juga memiliki pengalaman sama, yaklni mendadak kehilamngan penciuman.

Minimnya gejala atau tanpa gejala yang umum terjadi pada Covid-19 membuat pasien yang mungkin positif tidak memeriksakan diri dan tidak mengarantina diri. Jika ini terjadi, pasien Covid-19 yang tanpa gejala justru berkontribusi besar terhadap penyebaran penyakit.

Profesor Kumar mengatakan, orang muda mungkin tidak menunjukkan gejala virus corona yang umum. Kebanyakan pasien berusia muda justru menunjukkan tanda tidak dapat mencium bau atau mengecap rasa.

"Pada pasien muda, mereka tidak memiliki gejala yang signifikan seperti batuk dan demam. Namun, mereka mungkin kehilangan indera penciuman dan pengecapan, yang menunjukkan bahwa virus ini tinggal di hidung," kata Kumar kepada Sky News.

Para profesor menyerukan kepada siapa saja yang memiliki gejala kehilangan indera penciuman dan perasa untuk mengisolasi diri selama tujuh hari untuk mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.(*)

Artikel dengan topik yang sama juga telah tayang di Kompas.com dengan judul "Studi: Mendadak Tak Bisa Mencium Bau, Gejala Baru untuk Virus Corona"

Editor: Arief Permadi
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved