Wabah Virus Corona

Pemprov Jabar akan Tes Masif Virus Corona Covid-19 di Bodebek dan Bandung Raya, Ini Ketentuannya!

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tes masif COVID-19 di wilayah Bodebek dan Bandung Raya. Apakah semua orang akan dites?

Pemprov Jabar akan Tes Masif Virus Corona Covid-19 di Bodebek dan Bandung Raya, Ini Ketentuannya!
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Gubernur Jabar Ridwan Kamil seusai rapat membawas virus corona dengan anggota DPRD Jabar di Gedung Sate, Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan tes masif COVID-19 di wilayah Bodebek (Kab. Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kab. Bekasi, dan Kota Bekasi) serta Bandung Raya (Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kab. Sumedang).

Tes masif atau tes yang jumlahnya banyak tapi terbatas kepada warga yang diprioritaskan ini rencananya dimulai Rabu, 25 Maret 2020.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan tes masif di daerah dengan penyebaran COVID-19 paling besar itu tidak ditujukan bagi seluruh warga Jabar, melainkan hanya untuk tiga kategori.

Di Tengah Wabah Virus Corona, Polisi Bubarkan Massa yang Berkumpul Malam Hari di Lembang

Pertama, Kategori A yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19.

Kedua, Kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular.

Ketiga, Kategori C meliputi masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit COVID-19. Dugaan tersebut harus merujuk keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyerahkan secara simbolis 1.000 APD kepada lima direktur utama rumah sakit rujukan COVID-19 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (21/3/20).
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyerahkan secara simbolis 1.000 APD kepada lima direktur utama rumah sakit rujukan COVID-19 di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Sabtu (21/3/20). (humas jabar)

“Tes masif ini bukan untuk semua orang. Ini adalah uji petik untuk mencari peta persebaran,” ujar Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, saat memimpin video conference Rapat Persiapan Pelaksanaan Tes COVID-19, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (23/3/20).

“Sehingga kepada warga Jawa Barat, jika Anda sehat tidak perlu tes, kecuali Anda sehat tapi masuk dalam kategori yang berinteraksi sosial-massa.

Kalau tidak masuk dalam ketiga kategori tadi, maka tidak usah panik tinggal di rumah saja, sosial distancing. Tidak perlu khawatir harus di tes ini dan itu kecuali tiga kategori tadi,” kata Ridwan Kamil.

Kabar Baru Andrea Dian, Istri Ganindra Bimo yang Terinfeksi Virus Corona, Begini Kondisi Terkininya

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved