MULAI LANGKA, Akademisi Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Alkohol untuk Disinfektan

Penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia membuat penggunaan alkohol untuk bahan disinfektan dan hand sanitizer meningkat.

MULAI LANGKA, Akademisi Minta Pemerintah Jamin Ketersediaan Alkohol untuk Disinfektan
tribunjabar/nazmi abdurrahman
Ilustrasi: TMB disemprot disinfektan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyebaran virus corona Covid-19 di Indonesia membuat penggunaan alkohol untuk bahan disinfektan dan hand sanitizer meningkat.

Pemerintah pun diminta untuk menjamin ketersediaan alkohol selama wabah ini merebak di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Calon Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran Bandung (IKA Unpad) Irawati Hermawan.

Irawati mengatakan produksi hand sanitizer dan disinfektan kini sangat dibatasi oleh persediaan alkohol yang juga sudah terbatas.

Ini Tips Menyemprot Sendiri Disinfektan ke Mobil Pribadi agar Terhindar dari Virus Corona

Irawati yang juga memproduksi hand sanitizer dan disinfektan bersama komunitas binaannya ini pun merasa harus membatasi produksinya karena keterbatasan bahan baku utamanya, yakni alkohol 96 persen.

"Banyak antrian pemesanan yang belum dapat dipenuhi sesuai ritme yang diharapkan karena sulitnya pasokan alkohol 96 persen, yang mulai langka dipasaran," katanya melalui ponsel, Senin (23/3).

Irawati berharap pemerintah segera mengambil tindakan sigap untuk menjamin ketersediaan bahan baku hand sanitizer dan disinfektan, mengingat kedua produk tersebut merupakan senjata ampuh untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebagai anggota masyarakat, Irawati mengatakan merasa terpanggil untuk membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan dan meminimalisasi penularan virus corona, dengan memproduksi hand sanitizer dan disinfektan secara masif dan menjual dengan harga jauh di bawah pasaran supaya masyarakat dapat turut menyebarkan melalui kegiatan reseller.

Sebagai gerakan kegiatan sosial kemasyarakatan, Irawati bersama komunitas binaannya, yakni Masyarakat Cinta Bogor, lebih mengedepankan aspek sosial dari pada bisnis. Tak heran harga hand sanitizer dan disinfektan yang dipatok sepertiga dari harga pasar tersebut disambut baik masyarakat. Namun, katanya, kondisi ini terbatas pasokan bahan baku alkohol.

Penyebaran virus corona Covid-19 diperkirakan masih akan berlangsung beberapa waktu ke depan dan akan memburuk jika pemerintah dan masyarakat tidak menangani secara serius. Pemerintah sebagai regulator diharapkan dapat mengatasi masalah ketersediaan alkohol tersebut segera. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved