Dalam Satu Hari Dua Wilayah KBB Diterjang Longsor dan Pergerakan Tanah, Belasan Rumah Terdampak

Dua wilayah di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang longsor dan pergerakan tanah setelah diguyur hujan deras pada Minggu (22/3/2020) malam.

Dalam Satu Hari Dua Wilayah KBB Diterjang Longsor dan Pergerakan Tanah, Belasan Rumah Terdampak
istimewa
Longsor dan Pergerakan tanah di Sindangkerta KBB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SINDANGKERTA - Dua wilayah di daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) diterjang longsor dan pergerakan tanah setelah diguyur hujan deras pada Minggu (22/3/2020) malam.

Bencana yang pertama terjadi longsor di Kampung Ciringguy, RT 01/09, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sindangkerta, KBB sekitar pukul 00.00 WIB hingga mengakibatkan satu rumah milik Supriyatna (41) tertimbun dan mengalami kerusakan yang cukup parah.

Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Duddy Prabowo, mengatakan selain menyebabkan satu rumah rusak, longsor tersebut juga mengakibatkan rumah lainnya terancam ambruk.

Pemain Persib Gian Zola Beri Semangat dan Doa untuk Kesembuhan Yana Mulyana yang Positif Corona

"Penghuni rumah yang rusak sudah mengungsi ke rumah kerabatnya. Kemudian ada 10 rumah yang terancam," ujar Duddy saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (23/3/2020).

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor tersebut, hanya saja pemilik rumah harus mengalami kerugian materi yang ditaksir hingga mencapai puluhan juta rupiah.

"Di lokasi kami mengevakuasi warga terdampak dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa di selamatkan, bekerjsama dengan Babinsa dan juga aparat kewilayahan kecamatan serta desa," ucapnya.

Di Kecamatan dan waktu yang sama, kata Duddy, tepatnya di Kampung Cidadap, RT 03/05, Desa Mekarwangi ada lima unit tumah yang terancam mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah hingga 150 meter persegi.

Satu Warga Kabupaten Bandung Barat Berstatus PDP Corona Meninggal Dunia

Ia mengatakan, kelima rumah yang terancam itu adalah milik Anwar yang dihuni tiga jiwa, Dahlan yang dihuni tiga jiwa, Ade Rahya yang dihuni empat jiwa, Hadli yang dihuni dua jiwa serta Anwar yang dihuni sempat jiwa.

"Selain itu ada satu sarana olah raga yakni lapang volly tertimbun akibat dari curah hujan tinggi. Untuk luas pergerakan tanahnya150 meter persegi," ujar Duddy.

Khusus untuk menangani pergerakan tanah ini, pihak desa setempat dan BPBD KBB telah mengajukan permohonan pengkajian ke Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan pemasangan rambu peringatan waspada pergerakan tanah serta longsor.

"Kami mengimbau warga terdampak agar waspada bila turun hujan dengan intensitas tinggi di karena pergerakan tanah masih terjadi," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved