Kedusunan Pasarean, Cianjur Diterjang Longsor, Warga Butuh Selimut dan Makanan

Hasil rekap terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur sekitar 30 rumah mengalami rusak berat.

Kedusunan Pasarean, Cianjur Diterjang Longsor, Warga Butuh Selimut dan Makanan
ist
Kedusunan Pasarean yang terdiri dari empat kampung di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, diterjang longsor Minggu (22/3/2020) sekitar pukul 01.00 WIB. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kedusunan Pasarean yang terdiri dari empat kampung di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat diterjang longsor Minggu (22/3/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

Hasil rekap terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur sekitar 30 rumah mengalami rusak berat.

Korban longsor butuh selimut, pakaian dewasa dan anak, serta makanan.

Camat Cibeber Ali Akbar mengatakan, pasca-terjadinya bencana longsor di empat titik di Desa Karangnunggal tersebut, ada puluhan rumah  warga yang rusak berat di antaranya di Kampung Cibule, Cikaredok, Cibeunying, dan Kampung Munjul.

"Longsor terjadi dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi melanda Cianjur, khususnya di wilayah Kecamatan Cibeber," ujarnya, Minggu (22/3/2020) di Cianjur.

Ali mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lokasi kejadian.

Saat ini terdapat 30/rumah warga yang mengalami rusak berat, yang ada di empat titik lokasi perkampungan di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber.

"Data sementara hingga pukul 10.00 WIB, terdapat 30 rumah yang mengalami rusak berat. Di antaranya di Kampung Munjul, Cibule, Cikaredok, dan Kampung Cibeunying," ujar Ali.

Ia mengatakan, tindakan yang diambil pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik karena tiang listrik ikut roboh yang diakibatkan tanah longsoran.

Selain itu Ali telah membuat laporan ke Pemkab Cianjur dalam hal ini Plt Bupati H Herman Suherman.

"Alhamdulillah, alat berat dari Pemkab Cianjur sudah diturunkan ke lokasi longsor. Hal tersebut guna untuk membersihkan material tanah longsoran yang sempat menutupi badan atau akses warga di Desa Karangnunggal," katanya.

Ali mengatakan, belum tahu persis berapa kerugian material yang dialami warga.

Adapun pihaknya bersama Forkopimcam Cibeber dalam hal ini Kapolsek, Koramil Cibeber berupaya untuk membuat posko penampungan bagi warga atau korban yang terkena dampak bencana longsor.

"Sementara, warga atau keluarga yang terkena dampak longsor sudah kami arahkan untuk dievakuasi ke posko penampungan. Namun ada juga warga atau korban yang terkena longsor lebih memilih tinggal di rumah warga lainnya yang lebih aman," katanya.

Menurutnya, kebutuhan yang paling dibutuhkan keluarga korban saat ini adalah selimut, sembako, dan juga obat-obatan.

Pasalnya pada saat terjadi longsor, warga tak sempat untuk mengamankan barang-barangnya yang ada didalam rumahnya.

"Tadi saya lihat dan saya tanya, hampir rata-rata yang dibutuhkan itu sembako, selimut dan juga obat-obatan. Tentunya ini menjadi perhatian khusus bagi kami selaku Camat Cibeber, dan ini akan kami cari solusinya secara bersama-sama bersama pemerintah daerah," katanya.

Ali mengatakan, berdasarkan informasi yang baru ia terima, masih terdapat satu Kampung Babakan Anyar di Desa Cipetir, satu rumah warga yang terdampak dari longsoran tebing yang tak jauh dari pinggiran rumah milik Yayan.

Alhasil penghuni rumah tersebut mengungsi ke rumah tetangganya untuk tinggal sementara.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved