Wabah Virus Corona

Cegah Penyebaran Virus Corona, Warga KBB yang Akan Nikah Diminta untuk Tunda Resepsi Pernikahan

Mencegah penyebaran virus corona, warga KBB yang akan menikah diminta untuk menunda resepsi pernikahan.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Warga KBB yang Akan Nikah Diminta untuk Tunda Resepsi Pernikahan
kompas.com
Logo Kementerian Agama 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta warga yang akan melangsungkan akad nikah dalam waktu dekat ini untuk menunda resepsi pernikahan agar tidak terjadi orang berkumpul.

Permintaan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona Covid-19 yang saat ini sudah mendapat perhatian dari berbagai pihak agar virus asal Kota Wuhan China itu tidak semakin menyebar.

Kepala Kemenag KBB, Ahmad Sanukri mengatakan, untuk sementara ini warga KBB yang akan melangsungkan pernikahan sebaiknya hanya melakukan akad nikah saja dan untuk resepsi bisa digelar setelah wabah virus corona ini benar-benar reda.

"Sebetulnya pernikahan itu hak masyarakat, tapi kami imbau sebaiknya untuk resepsi ditunda dulu atau kalau mau harus sederhana demi kebaikan semua," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (23/3/2020).

Namun, untuk akad nikah pihaknya memastikan masih tetap bisa digelar. Baik itu yang akan melangsungkan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KAU) maupun di tempat mempelai masing-masing.

"Kalau akad nikah tetap bisa, tapi saya sudah kasih pentujuk ke penghulu untuk menghindari kontak langsung dengan pengantin dan orang lainnya," kata Ahmad.

Bahkan, pihaknya juga sudah menyarankan agar penghulu memakai sarung tangan dan harus menyediakan serta menggunakan hand sanitizer untuk antisipasi penyebaran virus corona.

Ia mengatakan, terkait hal ini pihaknya sudah memberikan surat edaran ke semua KUA maupun ke semua penghulu yang ada di Kabupaten Bandung Barat.

"Surat edaran itu sebagai bentuk kehati-hatian dari kami, secara umum kalau terkait pernikahan di tengah wabah virus corona, petunjuknya seperti itu," ucapnya.

Seperti diketahui, di Kabupaten Bandung Barat saat ini ada 35 Orang dalam Pemantauan (ODP) terkait virus corona yang tersebar di 8 Kecamatan dengan rinciannya, 2 di Batujajar, 9 di Cihampelas, 1 di Cipongkor, 2 di Lembang, 6 di Ngamprah, 3 di Padalarang, 9 di Parongpong, dan 3 di Cikalongwetan.

Sebelumnya, tercatat ada 1 Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Kecamatan Cikalong Wetan.

Namun, pasien tersebut saat ini sudah sembuh dan dinyatakan negatif.

Warga yang berada di 8 wilayah Kecamatan itu diharap menaati imbauan pemerintah agar meminimalisasi kontak dengan banyak orang dan selalu menjaga imunitas tubuh.

Di Depan Balai Kota, Tugu Ku Sukabumi Ku Dipenuhi Coretan Vandalisme

Perkembangan Corona di Tasikmalaya Hingga Hari Minggu Ini, ODP Jadi 66, Empat Pasien Diisolasi

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved