Cegah Penyebaran Virus Corona, Walikota Cimahi Minta Perayaan Nyepi Digelar Sederhana

Umat Hindu di Cimahi akan menggelar beberapa rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan Nyepi tersebut.

Cegah Penyebaran Virus Corona, Walikota Cimahi Minta Perayaan Nyepi Digelar Sederhana
istimewa/Humas Pemkot Cimahi
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna saat melakukan penyemprotan di Pura Wira Lokanatha Cimahi, Minggu (22/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna, meminta agar rangkaian perayaan Nyepi di Pura Wira Loka Natha dilaksanakan secara sederhana dan tidak boleh dengan jumlah massa yang banyak untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Perayaan Nyepi tersebut akan dilaksanakan pada Rabu (25/3/2020).

Dalam hal ini, Umat Hindu di Cimahi akan menggelar beberapa rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan Nyepi tersebut.

"Rangkaian Nyepi harap dilakukan oleh sedikit orang saja. Umat lain bisa berdoa di rumah masing-masing, dan mendoakan Covid-19 segera berlalu," ujarnya seusai penyemprotan disinfektan di Pura Wira Lokanatha Cimahi, Minggu (22/3/2020).

Selain itu, pihaknya juga meminta agar pengelola Pura Wira Loka Natha, melakukan penyemprotan disinfektan mandiri secara berkala.

"Kalau pemerintah melakukan kali ini hanya sebatas contoh. Setelah itu silakan lakukan secara mandiri dan berkala sebagai pencegahan Covid-19," katanya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Cimahi, I Nyoman Sukadana, pihaknya akan mengikuti instruksi dari pemerintah karena hal itu sebagai upaya pencegahan penyebaran wabah virus Corona.

"Misalnya pelaksanaan upacara Melasti hari ini, kita tidak menghadirkan banyak orang. Maksimal hanya 30 orang. Dan setelah ibadah kita langsung membubarkan diri," katanya.

Sehari sebelum merayakan Nyepi, umat Hindu akan melangsungkan ritual Taur Agung Kesanga dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian yang berarti 4 kewajiban.

"Umat Hindu harus melaksanakan 4 kewajiban, karena sudah wajib, berarti tidak boleh ditinggalkan," ujar I Nyoman Sukadana.

Empat kewajiban itu, yakni Amati Geni, Amati Lalanguan, Amati Lelunguan, dan Amati Keharian yang nantinya akan dilakukan secara terbatas di Pura tersebut, sedangkan umat lainnya akan berdoa di rumahnya masing-masing.

"Untuk pura, tadi sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, bahkan Pak Wali Kota Cimahi sendiri yang melakukan penyemprotan. Kami apresiasi karena ini langkah antisipasi yang nyata selain social distancing," katanya.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved