Selasa, 14 April 2026

Wabah Virus Corona

Virus Corona Meluas, Gereja Katolik Indonesia Imbau Tiadakan Ritual Ibadah yang Datangkan Massa

Gereka Katolik Indonesia menyerukan imbauan kepada umat katolik untuk meniadakan misa harian, mingguan, yang datangkan banyak orang.

Editor: Kisdiantoro
Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
ILUSTRASI --- Bangunan Tua Gereja Katolik Santo Ignatius, Kota Cimahi 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA – Gereka Katolik Indonesia menyerukan imbauan kepada umat katolik untuk meniadakan misa harian, mingguan, dan peribadatan yang mengundang banyak orang, di tengah wabah pandemik Covid–19 atau virus corona.

Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta Romo V Adi Prasojo Pr. juga menyampaikan beberapa poin mengenai dukungan gereja terhadap penanganan Covid-19.

Setelah menyepakati dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19, Rm Adi Prasojo menyatakan beberapa poin dukungan Gereja Katolik Indonesia.

Judi Adu Muncang di Kota Tasikmalaya, Omset Jutaan, Pelaku Orang Kaya, Mobilnya Pun Ada yang Alphard

Ia mengatakan bahwa gereja katolik dan umat katolik Indonesia senantiasa mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah.

“Gereja katolik Indonesia merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia siap bersama-sama melakukan bela negara dan cinta tanah air,” ujar Romo Adi.

Romo Adi Prasojo mengimbau seluruh keuskupan di Indonesia diharuskan untuk meniadakan misa peribadatan harian maupun mingguan dan semua ritual peribadatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang, baik di tingkat paroki, lingkungan, wilayah dan sebagainya mulai 21 Maret hingga 3 April 2020.

Sesudah periode tersebut, gereja katolik Indonesia akan mengevaluasi sesuai kebijakan dan arahan dari pemerintah.

Sebagai dukungan terhadap pemerintah, Romo Adi mengatakan bahwa rumah-rumah sakit dan tenaga medis lain akan mengambil bagian sebagai sukarelawan untuk membantu pemerintah melawan wabah pandemik Coronavirus disease 2019 atau Covid – 19.

BREAKING NEWS Motivator di Masjid Salman ITB Positif Terkena Virus Corona, Area Masjid Full Lockdown

“Ormas-ormas katolik, seperti Wanita Katolik Republik Indonesia, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia, Pemuda Katolik, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, dan Forum Masyarakat Katolik Indonesia serta universitas-universitas katolik, lembaga dan elemen katolik lain menyediakan diri untuk menjadi relawan mendukung pemerintah bersama-sama menghadapi wabah Covid – 19,” ujar Romo Adi.

Terakhir, Romo Adi menyampaikan kesiapsediaan para cendikiawan dan ilmuwan katolik untuk ikut memberikan sumbang-saran kepada pemerintah dalam melawan Covid-19.

Romo Adi Prasojo menyampaikan pernyataan gereja katolik setelah bertemu dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Doni Monardo di Graha BNPB, Jakarta Timur.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Doni Monardo mengharapkan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat. Masyarakat diharapkan dapat menyadari bahaya wabah Corona sehingga mereka mampu melakukan berbagai macam upaya untuk mencegah dan memitigasi.

“Diharapkan korban jiwa dapat dikurangi,” kata Doni.

Di samping itu, Doni menyampaikan bahwa Gereja Katolik Indonesia memberikan bantuan dalam penanganan Covid -19. Bantuan tersebut berupa dukungan dokter yang dapat menjadi bagian dari tim sukarelawan dan sejumlah rumah sakit katolik untuk pasien Covid – 19.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved