Cek Point Randegan Banjar Tak Berfungsi Optimal, Dewan Cemas Ternak Sakit Bisa Leluasa Masuk Jabar

Semua truk dan ternak yang diangkutnya saat masuk cek point tersebut tidak bisa disemprot cairan desinfektan secara maksimal

Cek Point Randegan Banjar Tak Berfungsi Optimal, Dewan Cemas Ternak Sakit Bisa Leluasa Masuk Jabar
tribun jabar/andri m dani
Kondisi Pos Pemantau Lalu Lintas Ternak (PPLLT) atau Cek Poin Randegan Kota Banjar, Jumat (20/3/2020) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, BANJAR – Instalasi penyemprotan desinfektan (biosecurity) yang ada di Pos Pemantau Lalu Lintas Ternak (PLLT) atau Cek Poin Randegan Jl Siliwangi (Jalan raya Banjar-Majenang) Kota Banjar sudah tiga tahun ini tidak berfungsi.

Akibatnya, semua truk dan ternak yang diangkutnya saat masuk cek point tersebut tidak bisa disemprot  cairan desinfektan secara maksimal.

Tidak maksimalnya fungsi PLLT yang berlokasi tak jauh dari gerbang tapal batal Jabar-Jateng  di Cijolang tersebut tentu sangat dikhawatirkan adanya ternak sakit dari wilayah timur bisa leluasa masuk Jawa Barat.

“Biasanya ada sekitar 40 kendaraan yang mengangkut ternak melintas pos ini tiap hari,”  ujar Koordinator Pengelola PLLT Randegan, Wawan Kustiawan di hadapan empat anggota DPRD Jabar, Dr dr Heman Sutrisno MM, Ir H Heri Dermawan, H Didi Sukardi SE dan Johan J Anwari yang melakukan sidak ke Pos PLLT  Randegan Banjar tersebut, Jumat (20/3/2020) sore.

Ironis, Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, RSUD Ciamis Cuma Punya 2 Boks Masker dan 15 Set APD

Jenis ternak yang diangkut kendaraan melintas di cek poin Randegan tersebut adalah sapi potong, sapi perah, kambing, domba, babi, ayam ras pedaging, ayam buras dan telur. Telur umumnya berasal dari Blitar dan Tulung Agung, sementara babi dari Kebumen, Jogja dan Semarang.

Truk maupun mobil pengangkut ternak yang melintas cek point harus disemprot mobil dan ternaknya. Sementara mobil pengangkut telur menurut Wawan yang disemprot mobilnya saja.

Dengan tidak berfungsi instlasi penyemprotan desinfektan, menurut Wawan petugas cek point terpaksa menggunaka pompa tangan untuk menyemprot kendaraan pengangkut ternak tersebut, namun hasilnya kurang efektif.

Menurut Wawan pihaknya sudah mengusulkan untuk perbaikan penyemprotan desinfektan sejak 3 tahun lalu namun sampai saat ini belum juga direalisasi.

Anggota Komisi II DPRD Jabar, Ir H Heri Dermawan menyebutkan bila instalasi penyemprotan desinfektan di Pos PLLT Randegan tersebut tidak segera diperbaiki khawatir ternak-ternak yang sakit dari Jateng, DIY dan Jatim leluasa masuk Jabar karena pos Randegan tidak berfungsi maksimal.

 “Kami berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar segera memperbaiki dan merenovasi Pos PLLT Randegan ini agar bisa berfungsi maksimal. Kalau tidak juga diperbaiki khawatir ternak yang mengidap penyakit zoonosis (penyakit yang menular ke manusia) gampang masuk Jabar,” katanya. (andri m dani)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved