Kasus Penganiayaan

Balita Dihajar Ayah dan Ibu Tirinya Pakai Pipa, Ibu Kandung Saksikan Detik-detik Anak Itu Meninggal

Entah setan apa yang merasuki seorang ayah hingga tega menyiksa anak kandung yang masih balita. Anak itu dipukul pakai pipa dan meninggal.

Shutterstock via Kompas.com
ILUSTRASI - Entah setan apa yang merasuki seorang ayah hingga tega menyiksa anak kandung yang masih balita. 

Entah setan apa yang merasuki seorang ayah hingga tega menyiksa anak kandung yang masih balita.

Anak berusia 3,5 tahun itu juga mendapatkan penyiksaan dari ibu tiri dan paman tirinya.

Luka akibat pukulan pipa peralon itu tak bisa diobati. Bocah malang itu pun meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Apakah para pelakunya sudah dipenjara?

//

TRIBUNJABAR.ID - Alami pendarahan otak setelah dipukul pipa peralon oleh ayah kandung, ibu tiri dan tantenya, balita berusia 3,5 tahun di Bukittinggi, tewas saat menjalani perawatan di rumah sakit, Minggu (15/3/2020).

Peristiwa tragis tersebut terungkap setelah ibu kandung korban melihat kondisi tubuh buah hatinya penuh luka lebam.

Ibu korban pun sempat melihat anaknya tersebut kejang-kejang.

Melihat kondisi itu, ibu korban segera melapor ke polisi. Sayang, saat polisi tiba di rumah sakit, balita 3,5 tahun itu meninggal.

Cegah Corona, Kebun Binatang Bandung Ditutup Mulai Hari Ini hingga 4 April 2020

"Ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka yang dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman P Santoso yang dihubungi Kompas.com, Sabtu (21/3/2020).

Halaman
12
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved