Breaking News:

Sebuah Hotel dan Rumah Sakit di Bandung Siap Dijadikan RS Covid-19, Jika Wabah Corona Tak Terkendali

Sebuah hotel dan rumah sakit di Bandung siap dijadikan RS Covid-19. Jika wabaj virus corona tak terkendali.

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Aktivitas di Ruang Kemuning di RS Hasan Sadikin, Jumat (24/1/2020). 
TRIBUNJABAR, BANDUNG - Sebuah hotel dan sebuah rumah sakit di Kota Bandung siap disulap menjadi rumah sakit rujukan tambahan jika kondisi wabah virus corona Covid-19 semakin tidak terkendali dan tidak bisa tertampung lagi di semua rumah sakit rujukan infeksi di Jawa Barat.
 
Hal tersebut dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil seusai meluncurkan aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar) yang di antaranya juga memuat jalur donasi atau bantuan dari masyarakat untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.
 
"Kami merilis aplikasi, data Covid-19 di Jabar ada di sini, data nasional, rumah sakit rujukan, telepon, dan donasi juga ada di sini. Saya laporkan satu rumah sakit di Jalan Soekarno-Hatta, belum beroperasi, mau didonasikan jadi rumah sakit Covid-19, RS Edelweiss namanya. Ada satu hotel, Serela di Hegarmanah, itu akan didonasikan juga untuk dijadikan rute terakhir emergency kalau kamar rumah sakit kurang," kata pria yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Jumat (20/3).
 
Selama ini ada delapan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Jawa Barat, yakni RSUP Hasan Sadikin Bandung, RSTP Rotinsulu Bandung, RS Dustira Cimahi, RSU Dr Slamet Garut, RSU Gunung Jati Cirebon, RSU R Syamsyudin Sukabumi, RSUD Indramayu, dan RSUD Subang.
 
Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung, Nina Susana Dewi, mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan tiga skenario dalam mengantisipasi penyebaran virus corona Covid-19 di Jawa Barat.
 
Nina mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan juga pemerintah pusat untuk bersiap menambah kapasitas penanganan pasien virus corona jika jumlahnya semakin bertambah.
 
"Berbicara mengenai pernyataan Pak Gubernur Jabar tentang rencana RS Hasan Sadikin menjadi rumah sakit Covid-19, kami dari direksi sudah membahasnya. Recana ini timbul karena kasus Covid 19 terus meningkat, angka kematian juga di Indonesia di atas 3 persen," kata Nina di RS Hasan Sadikin, Kamis (19/3).
 
Nina mengatakan Skenario 1 adalah penyiapan tempat tidur perawatan pasien Covid-19 sampai 29 unit.
Selama ini di lantai 1 Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIKK) ada 5 ruang isolasi khusus yang selama ini dipakai pasien virus corona dan 24 kamar lainnya untuk pasien tuberculosis atau TBC.
 
"Skeneraio satu on progres, kami menggeser semua ruang isolasi TBC (dijadikan isolasi pasien virus corona), sehingga kami sudah ada 17 ruangan lagi, 12 ruangan masih dipakai pasien TBC. Skenario 1, dengan kerja sama alih rawat, 12 pasien ini dialihrawat keluar RSHS agar bisa jadi isolasi Covid-19," katanya.
 
Rencana penggeseran ruang perawatan TBC, ujarnya, masih dalam pembicaraan direksi dan pihak lain yang akan menampung 12 pasien TBC tersebut.
Jika 29 ruang ini terpakai semua, Nina mengatakan akan menggunakan keseluruhan Gedung Kemuning yang terdiri atas 6 lantai dan 252 tempat tidur khusus untuk pasien Covid-19.
 
"Di skenario 2, kami rencananya mengalihkan ruang rawat (Gedung) Kemuning khusus untuk Covid-19, tapi tentu tidak semudah itu. Harus ada komitmensemua instansi, dari pemerintah pusat dan di bawahnya, untuk tanggulangi sama-sama. Kami juga butuh anggaran dan sarana sesuai mutu standar, kami mau tujuan keselamatan pasien dan karyawan tetap dilindungi, tidak tertular," katanya.
 
Seandainya jumlah pasien Covid-19 sudah lebih dari 300 orang, katanya, skenario selanjutnya adalah penggunaan gedung lain di lingkungan RS Hasan Sadikin untuk perawatan pasien Covid-19.
 
"Kita semua berdoa wabah selesai dan tidak terjadi hal yang terburuk. Ini tentu butuh dukungan semua, agar bisa melewati masa rumit dengan penanganan bersama," ujarnya.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved