Ketua DPRD Cianjur Klarifikasi Tak Ada Anggota Dewan Aktif yang Masuk Ruang Isolasi

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, mengklarifikasi kabar bahwa tak ada anggota DPRD Kabupaten Cianjur yang disebut masuk ruang isolasi.

Ketua DPRD Cianjur Klarifikasi Tak Ada Anggota Dewan Aktif yang Masuk Ruang Isolasi
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
RSUD Sayang Cianjur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ganjar Ramadhan, mengklarifikasi kabar bahwa tak ada anggota DPRD Kabupaten Cianjur yang disebut masuk ruang isolasi.

"Saya sudah mengecek semua termasuk orang yang diduga sudah saya telepon dan saya luruskan tak ada anggota dewan yang masuk ruang isolasi," ujar Ganjar melalui sambungan telepon, Jumat (20/3/2020).

Ganjar mengatakan mungkin ada kesalahan data atau miskomunikasi.

Satu Pejabat di Cianjur Dikabarkan Kondisinya Memburuk, Pejabat PDAM Tirta Mukti Dikarantina

"Saya nanti kabarkan lagi info terbaru, sampai saat ini belum ada," katanya.

Ia pun sudah mengkonfirmasi ke Dinkes Cianjur dan tak ada anggota dewan aktif yang diisolasi.

Diberitakan sebelumnya, seorang berkelamin pria berusia sekitar 66 tahun dikabarkan masuk ruang isolasi RSUD Sayang Cianjur dan masuk katagori pasien dengan pengawasan.

Satgas Rescue Covid 19, Yusman Faisal, mengatakan kondisi terakhir pria tersebut memburuk.

"Seorang pria sedang menjalani isolasi di RSUD Sayang, informasi terakhir kondisinya memburuk," ujar Yusman di Jalan Siliwangi, Jumat (20/3/2020).

Yusman mengatakan sampel darah dari pria tersebut sudah diambil namun belum ada hasil.

"Hasil pemeriksaan pasien ada riwayat perjalanan umrah, jadi ia masuk dalam pasien dengan pengawasan, umurnya sekitar 66 tahun berjenis kelamin pria," kata Yusman.

Ia mengatakan, pasien mengalami gangguan nafas, semula hanya batuk dan demam namun saat ini mengalami akut respiratory distress syndrome, atau pernapasan akut.

"Istrinya juga ikut diobservasi, masih pemantauan," katanya.

Ia mengatakan, rapid tes saat ini masih pro kontra dengan balitbangkes, apalagi untuk pemeriksaan secara masal atau pemantauan ketat.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved