Headline Tribun Jabar

Jemaah Salat Jumat Jaga Jarak, Dites Suhu Tubuh Sebelum Masuk Masjid, Khotbah Paling Lama 15 Menit

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan surat edaran sebagai protokol pelaksanaan salat Jumat dan salat berjemaah di masjid-masjid di Jabar

Dokumentasi Tribun Jabar
Ribuan jemaah dari berbagai daerah di Purwakarta maupun luar Purwakarta melakukan salat Jumat pertama di Tajug Gede Cilodong, Purwakarta pada Jumat (21/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Meski tak sampai memberlakukan pelarangan salat Jumat dan salat berjemaah di masjid, seperti yang mulai diberlakukan Pemerintah DKI Jakarta hingga dua minggu ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerbitkan surat edaran sebagai protokol pelaksanaan salat Jumat dan salat berjemaah di masjid-masjid di Jabar.

Dalam surat edaran ditegaskan bahwa pelaksanaan salat Jumat atau salat berjemaah masih dapat dilakukan dengan memperhatikan sejumlah persyaratan sebagai protokol pencegahan meluasnya virus corona. Salah satunya adalah pengaturan jarak antarsesama jemaah.

Dalam surat edaran ditegaskan, jarak antaranggota jemaah, baik pada saat khotbah maupun ketika sedang melaksanakan salat berjemaah, minimal satu meter.

Jemaah juga tidak diperkenankan melakukan kontak langsung dengan sesama jemaah seperti bersalaman dan berpelukan, dan diimbau segera membubarkan diri setelah salat berjemaah selesai.

Dalam surat tersebut juga ditegaskan, waktu khotbah atau ceramah dilakukan sesingkat mungkin, paling lama 15 menit. Ketika salat, imam juga sangat disarankan untuk membaca surat-surat pendek.

Hal lain yang juga diatur dalam surat edaran ini adalah adanya kepastian bahwa salat Jumat atau salat berjemaah yang dilakukan di masjid diikuti oleh jemaah yang homogen atau tidak melibatkan orang atau jemaah di luar kelompok yang biasanya.

Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja
Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja (Tribun Jabar/M Syarif Abdussalam)

Pengelola masjid harus yakin tidak ada seorang pun suspect virus corona yang ikut dalam ibadah salat berjemaah.

"Masjid untuk pelaksanaan salat Jumat atau salat berjamaah harus dibersihkan terlebih dahulu dengan disinfektan. DKM atau pengurus masjid menyediakan hand sanitizer dan pengukur suhu tubuh elektronik," ujar Sekretaris Daerah Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, yang menyusun surat edaran tersebut, Kamis (19/3/2020).

Jemaah juga diwajibkan membawa alas atau sajadah masing-masing.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Jabar, Hermansyah, mengatakan surat edaran ini wajib diikuti oleh semua instansi di lingkungan Pemprov Jabar, terutama di masjid-masjidnya yang biasa menyelenggarakan salat Jumat.

Halaman
1234
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved