Ironis, Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, RSUD Ciamis Cuma Punya 2 Boks Masker dan 15 Set APD

Ironis. Jadi rumah sakit rujukan Covid-19, RSUD Ciamis cuma punya dua boks masker.

Ironis, Jadi Rumah Sakit Rujukan Covid-19, RSUD Ciamis Cuma Punya 2 Boks Masker dan 15 Set APD
tribunjabar/andri m dani
RSU Ciamis mempersiapkan ruang isolasi atau ruang risiko tinggi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya penularan virus corona di Ciamis. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Ironis sekali. Sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan infeksi corona, RSUD Ciamis saat ini hanya memiliki 2 boks masker dan 15 set APD.

Berikut satu ruang isolasi (dengan dua bed) dan seorang dokter spesialis paru-paru.

Padahal sesuai dengan SK Gubernur Jabar No 445/Kep-186-Dinkes/2020 tertanggal 17/03/2020, RSUD Ciamis termasuk salah satu  dari 34 rumah sakit di Jabar yangvditetapkan sebagai rumah sakit rujukan penanggulangan infeksi emeregency tertentu (Covid-19).

Keberadaan RSUD Ciamis pada SK Gubernur Jabar  tersebut berada di nomor urut 28.

“Memang sampai hari ini kami hanya punya stok 2 boks masker masing-masing berisi 50 masker. Kami lagi berusaha mencari. Mudah-mudahan 2 atau 3 hari ke depan bisa terpenuhi,” ujar Direktur RSUD Ciamis, dr H Rizali Sofiyan MM kepada Tribun Jabar, Kamis (19/3/2020).

Stok masker tersebut sangat memprihatinkan mengingat untuk kebutuhan rutin setiap hari dibutuhkan 1,5 boks masker.

Karena stok minim, petugas di RSU Ciamis terpaksa menggunakan masker yang terbuat dari kain yang sebenarnya kurang efektif.

Sebagai rumah sakit rujukan penanganan covid-19 RSUD Ciamis, katanya, hanya memiliki satu ruang berisiko (ruang isolasi) dengan dua bed.

Dan selama bulan Maret ini sudah menangani 4 orang dalam pemantauan (ODP). Dari 25 set alat pelindung diri (ADP) yang semula dimiliki sebanyak 10 set sudah terpakai.

“Tinggal 15 set ADP yang tersisa,” katanya.

Menurut dr Rizali sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 RSU Ciamis idealnya minimal memiliki dua ruang isolasi. “Idealnya minimal memiliki dua ruang isolasi atau lebih,” jelas dr Rizali.

Mengenai kondisi  apa adanya RSUD Ciamis tersebut sudah disampaikan langsung oleh dr Rizali selaku Direktur RSUD Ciamis kepada anggota DPRD Jabar asal  Ciamis Dapil Jabar XI, Ir H Heri Dermawan, H Didi Sukardi SE, dan  H Johan J Anwari yang Kamis (19/3) siang melakukan pengecekan langsung kesiapan RSUD Ciamis sebagai salah satu rumah rujukan penanggulangan Covid-19 di Jabar.

“Memang kondisinya cukup memprihatinkan. RSUD Ciamis hari ini hanya memiliki 2 boks masker, 15 APD yang tersisa. Untuk menanggulangi pasien OPD, atau PDP hanya ada seorang dokter spesialis paru-paru,” ujar Ir H Heri Dermawan kepada Tribun dan wartawan lainnya kemarin.

Padahal katanya bila ada seorang pasien suspect Covid-19 yang dirawat setidaknya diutuhkan 65 set APD untuk masa perawatan selama 14 hari di ruang isolasi.  

“RSUD Ciamis dari segi fasilitas maupun tenaga medis belum siap jadi RS rujukan Covid-19.  Sebagai RS rujukan hanya punya 2 boks masker, ironis dan memprihatinkan. Gubernur untuk menetapkan RS sebagai rujukan apalagi ini rujukan Covid-19, sewajarnya mempertimbangkan dulu kondisi rumah sakit yang bersangkutan. Baik tenaga medis, ruangan khusus dan peralatan RSUD Ciamis sebenarnya belum siap,” katanya. 

ASN Pemprov Jabar Bekerja di Rumah, Pejabat Tetap Masuk Kantor, Pelayanan Secara Online

2 ODP di Kota Tasikmalaya jadi PDP, Sudah Diisolasi Keluarga Hanya Memantau dari Kejauhan

Penulis: Andri M Dani
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved