Darurat Wabah Corona, Kirab Pusaka Galuh dan Kegiatan Selama Tiga Hari Tiga Malam Batal Digelar

Dalam rangka memperingati 1.408 tahun berdirinya Kerajaan Galuh, pihak panitia “Mieling Ngadegna Galuh -1.408” sudah mempersiapkan gebyar kegiatan

Darurat Wabah Corona, Kirab Pusaka Galuh dan Kegiatan Selama Tiga Hari Tiga Malam Batal Digelar
Tribun Jabar/Andri M Dani
Kirab budaya dan helaran dalam rangka memperingati 1.407 tahun “Ngadegna Kerajaan Galuh” di Ciamis Sabtu (23/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Dalam rangka memperingati 1.408 tahun berdirinya Kerajaan Galuh, pihak panitia “Mieling Ngadegna Galuh -1.408” sudah mempersiapkan gebyar kegiatan tiga hari tiga malam.  Mulai Sabtu (21/3) sampai puncak, Senin (23/3).

Namun semua itu dipastikan dibatalkan, karena kondisi saat ini hampir di semua daerah termasuk Ciamis tengah darurat wabah virus corona.

“Banyak rencana kegiatan yang sudah dirancang selama tiga hari tiga malam tersebut. Tak hanya penampilan berbagai seni budaya khas Tatar Galuh termasuk Ronggeng Gunung. Juga  ada kirab pusaka Galuh, keliling Ciamis Kota lengkap dengan seni helarannya,” ujar Ketua Panitia Mieling Ngadegna Galuh 1.408 , Budi Kurnia kepada Tribun Kamis (19/3/2020).

Sebanyak 1 Ton Disinfektan untuk Pencegah Covid-19 Disiapkan PMI Kota Sukabumi

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan Corona di Kabupaten Cirebon Bertambah

Gebyar acara tiga hari tiga malam “Mieling Ngadegna Galuh-1.408” tersebut dirancang di tiga lokasi yakni di Alun-Alun Ciamis/Keraton Selagangga, Situs Astana Gede Kawali dan Situs Galuh Karangkamulyan.

Untuk rencana kegiatan tiga hari tiga malam memperingati 1.408 tahun berdirinya Kerajaan Galuh tersebut menurut Budi, pihak panitia sudah mengundang berbagai pihak.

Termasuk mengundang para raja yang tergabung dalam Forum  Silaturahmi Keraton Nusantara (FKSN) .

“Sebanyak 15 raja dari 15 keraton sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir. Termasuk Sri Sultan Hamengku Buwono X dari Jogjakarta,” katanya.

Dengan terjadinya kondisi darurat wabah corona Covid-19 menurut Budi, semua agenda besar  memperingati 1.408 tahun berdirinya Kerajaan Galuh tersebut dibatalkan termasuk acara Kirab Pusaka Galuh. Tidak ada kegiatan gebyar tiga hari tiga malam. Disederhanakan jadi sehari saja, yakni acara puncak mieling pada hari Senin (23/3).  

“Acara puncak mieling pada hari Senin (23/3) tetap berlangsung. Tapi kegiatannya berubah jadi doa bersama tawasulan dengan tempatnya di petilasan Pangcalikan Situs Karangkamulyan. Acaranya hanya sehari saja,” jelas Budi.

Acara “Mieling Ngadegna Galuh 1.408” Senin (23/3) diisi kegiatan doa bersama demi keselamatan negeri terhindar dari wabah virus corona.  Kegiatan doa bersama  untuk “kasalamatan nagri ku cara ngolah galih sangkan nur galuh jadi galeuhna nagri”  akan dimulai pukul 09.00 Senin (23/3) tersebut di Situs Karangkamulyan. Menurut Budi mungkin tak ada tamu undang, raja dari keraton di luar Ciamis yang hadir. Peserta utama tentunya para  kabuyutan dari berbagai situs yang ada di Ciamis. Mereka akan berdoa demi keselamatan negeri Tatar Galuh Ciamis, Jawa Barat dan Indonesia terhindar dari berbagai malapetaka (bala) termasuk wabah virus corona.

Para peserta doa bersama di Situs Karangkamulyan Senin (23/3) satu persatu akan dicek suhu tubuhnya (thermo scereening), melakukan cuci tangan dengan sabun, atau dibilas pakai hand sanitizer. Serta pakai masker.

Mereka juga akan melengkapi diri dengan “padasan” berupa bawang putih dan panglai yang ditusuk dengan peniti disematkan di baju. “Itu cara karuhun tempo doeloe untuk menolak bala. Ini perpaduan antara kekinian (pakai masker dan handsanitizer) dan kearifan local (pakai padasan) untuk menghindari penularan virus corona,” jelas Budi Kurnia (andri m dani)

Penulis: Andri M Dani
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved