Imbauan Mustasyar Dewan Masjid Indonesia Jabar Terkait Pelaksanaan Ibadah Berjamaah

Imbauan Mustasyar Dewan Masjid Indonesia Jabar terkait pelaksanaan ibadah berjamaah di tengah ancaman corona.

Imbauan Mustasyar Dewan Masjid Indonesia Jabar Terkait Pelaksanaan Ibadah Berjamaah
Tribun Jabar/Handhika Rahman
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, di Kabupaten Indramayu, Minggu (19/1/2020). 
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta kepada masyarakat Jabar untuk mengikuti semua imbauan pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk dalam pelaksanaan ibadah berjamaah di tempat ibadah.
 
Sebagai Mustasyar PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Barat, Uu berpesan kepada seluruh ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Jabar untuk mengedukasi, baik secara lisan dan tulisan, mengenai pelaksanaan ibadah berjamaah dalam antisipasi penyebaran Covid-19.

Uu meminta semua masjid di Jabar menyediakan sabun cuci tangan di tempat wudu atau meminta jamaahnya wudu di rumah. Sebab, kata Kang Uu, wudu merupakan salah satu cara pencegahan penularan Covid-19. 

"Wudu juga ini salah satu cara untuk mengantisipasi virus corona. Kan dengan wudu, kita cuci tangan dulu. Kumur-kumur dulu. Ini salah satu untuk membersihkan anggota tubuh kita dari virus," katanya di Gedung Sate, Kamis (19/3/2020).
 
Uu mengatakan DKM pun harus segera menyesuaikan pelaksanaan ibadah, seperti yang telah ditetapkan MUI, contohnya dengan jamaah wajib membawa sajadah sendiri, pembersihan masjid dengan disinfektan, sampai social distancing atau penjagaan jarak antarjamaah.

"Saya berharap ketua DKM untuk membuat petunjuk dan imbauan dalam melaksanakan wudu dengan baik. Membuat poster-poster itu saya setuju. Buat DKM, membuat imbauan tidak hanya lisan, tapi juga tulisan dan gambar," katanya. 
 
Menurut Uu, imbauan yang dikeluarkan pemerintah sudah melalui perhitungan dan pertimbangan yang terukur. Seperti mengurangi atau menunda kegiatan yang melibatkan massa. 

"Termasuk juga dalam melaksanakan salat jumat. Kalau ada mawani atau yang menghalangi atau mengakibatkan kemudaratan, kita bisa tidak melaksanakan salat jumat dan menggantinya dengan salat zuhur," kata Uu.

"Virus corona ini masuk ke beberapa hal yang menjadi mawani dalam melaksanakan salat jumat. Oleh karena itu, kita tidak usah memaksakan kalau banyak kemudaratan. Tapi, kalau tidak membuat kemudaratan, kita bisa melaksanakannya," katanya. 

Uu juga mengimbau kepada 27 kepala daerah di Jabar untuk menutup sementara destinasi wisata yang dikunjungi orang banyak. Hal itu sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19.

"Demi kemaslahatan masyarakat untuk menutup seluruh kegiatan atau tempat wisata dalam beberapa waktu. Termasuk tidak memberikan izin untuk kegiatan bernuansa keramaian, yang menimbulkan orang banyak. Ini harus dihindari," ucapnya. 
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved