Palabuhanratu Sukabumi Diguyur Hujan Deras, Tembok GOR Fridnanda Futsal Ambruk

Tembok gor Fridnanda futsal yang ada di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini jebol setelah dihantam air

Palabuhanratu Sukabumi Diguyur Hujan Deras, Tembok GOR Fridnanda Futsal Ambruk
istimewa
Tembok gor Fridnanda futsal yang ada di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini jebol setelah dihantam air kiriman dari perumahan Taman Sari dengan debit yang cukup tinggi, Rabu (18/3/2020). 

Laporan Kontributor Sukabumi, M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Selain mengakibatkan banjir di Dermaga Palabuhanratu, hujan deras yang mengguyur Ibukota Kabupaten Sukabumi, Palabuhanratu, Rabu (18/3/2020) sore tadi juga mengakibatkan tembok GOR Fridnanda Futsal ambruk.

Tembok gor Fridnanda futsal yang ada di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini jebol setelah dihantam air kiriman dari perumahan Taman Sari dengan debit yang cukup tinggi.

Kondisi ini dibenarkan oleh Pengelola Fridnanda Futsal, Rudi saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi kejadian.

Dermaga Pelabuhanratu Sukabumi Sempat Terendam Banjir Sore Tadi

Kondisi Dermaga Pelabuhanratu setelah banjir surut. Sampah terlihat berserakan.
Kondisi Dermaga Pelabuhanratu setelah banjir surut. Sampah terlihat berserakan. (Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin)

Rudi mengatakan, tembok gor futsal miliknya ambruk sekitar pukul 15.00 WIB.

"Tembok ambruk itu karena dihantam air dengan debit yang cukup tinggi, air ini kiriman dari perumahan Taman Sari yang ada di atas, ini terjadi karena tidak ada saluran pembuangan air yang besar untuk menamping air dari perumahan, sehingga air kejalan dan imbas kesini," ungkapnya.

Rudi juga mengatakan, akibat kejadian tersebut ditaksir kerugian sekitar Rp 100 juta, karena selain tembok yang rusak, vinyl atau lantai lapangan futsal juga mengalami kerusakan karena tertimpa runtuhan tembok.

"Lantai futsalnya juga rusak, alhamdulillahnya pas kejadian yang main sudah selesai, jadi gak ada korban jiwa," jelasnya.

Dari kejadian tersebut, Rudi meminta pihak perumahan untuk membenahi saluran air agar tidak terjadi hal serupa.

"Ya saya minta pihak pengelola perumahan untuk membenahi saluran air supaya tidak merugikan masyarakat, jangan sampai ada korban masyarakat lain. Ini kejadian ketiga, seblumnya pernah mobil terseret," pungkasnya.*

`

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved