Hingga Hari Ini Sudah 2.500 Orang Meninggal Akibat Virus Corona di Italia, Terbanyak Setelah China

Makin banyaknya korban ini, Italia menurunkan 10.000 mahasiswa kedokteran dan membatalkan ujian akhir mereka.

ANDREA MEROLA
Turis yang mengenakan masker melindungi dari paparan virus corona mengunjungi Piazza San Marco, di Venesia, Italia, 24 Februari 2020. 

TRIBUNJABAR.ID, ROMA -- Korban meninggal akibat virus corona (Covid-19) naik menjadi 2.503 orang di Italia, hingga Rabu (18/3/2020).

Demikian dilaporkan Badan Perlindungan sipil, seperti dilansir Channel News Asia.

Sementara jumlah kasus infeksi meningkat menjadi 31.506 pasien dari 27.980 sebelumnya, ini jumlah terbesar di luar China.

Makin banyaknya korban membuat Italia menurunkan 10.000 mahasiswa kedokteran dan membatalkan ujian akhir mereka.

Kebijakan ini dalam upaya untuk membantu layanan kesehatan berjuang mengatasi virus corona.

Sebelumnya Italia melaporkan 349 kematian baru akibat virus corona (Covid-19) pada Senin (17/3/2020) waktu setempat.

Jumlah korban meninggal di Italia ini terbanyak setelah China, awal pusat penyebaran virus corona.

Selain itu terdapat 27.980 orang terinfeksi. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan empat hari yang lalu baru 15.113 kasus.

Sebagian besar korban meninggal dunai berasal dari daerah utara, di mana virus pertama kali mulai menyebar di sekitar kota Milan.

Ibukota keuangan Italia, wilayah Lombardy tercatat 1.420 kematian.

Untuk daerah tetangga Piedmont, sekitar Turin, yang merupakan rumah bagi industri otomotif Italia, tercatat jumlah kematian dan infeksi meningkat hampir dua kali lipat dalam 2 hari.

Piedmont melaporkan 111 kematian dan 1.516 kasus infeksi pada Senin (16/3/2020), dibandingkan dengan 59 kematian dan 873 infeksi pada hari Sabtu akhir pekan lalu.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved