Pemkab Cirebon Tutup Wisata Ziarah Makam Sunan Gunung Jati Selama 2 Minggu, Cegah Penyebaran Corona

Pemkab Cirebon tutup wisata ziarah Sunan Gunung Jati selama dua minggu.

KOMPAS.COM
Komplek makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Jawa Barat.(Silvita Agmasari) 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
 
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon berencana menutup wisata ziarah Sunan Gunung Jati di Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
 
Penutupan destinasi wisata religi di Kabupaten Cirebon itu untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.
 
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengatakan, penutupan itu direncanakan berlangsung selama 14 hari.
 
"Tepatnya penutupan itu hingga 29 Maret 2020," ujar Imron Rosyadi saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (17/3/2020).
 
Ia mengatakan, penutupan objek wisata itu untuk meminimalisasi potensi berkumpulnya banyak orang di satu titik.
 
Pasalnya, situs Makam Sunan Gunung Jati tersebut setiap harinya didatangi puluhan bahkan ratusan orang.
 
Para pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Cirebon dan sekitarnya, tetapi sejumlah daerah di Indonesia.
 
"Selama ini memang situs tersebut didatangi wisatawan yang tertarik pada sejarah maupun sekadar berziarah," kata Imron Rosyadi.
 
Rencana penutupan situs Makam Sunan Gunung Jati juga akan dibicarakan dengan pihak keraton selaku pengelolanya.
 
Selama ini, kawasan Makam Sunan Gunung Jati dikelola oleh Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman Cirebon.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved