Rumus 2 Meter Social Distancing, Ini Langkah yang Harus Anda Lakukan di Tengah Wabah Virus Corona
Di tengah wabah virus corona, ada yang dapat Anda lakukan secara mandiri untuk mencegah penyebarannya.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Di tengah wabah virus corona, ada yang dapat Anda lakukan secara mandiri untuk mencegah penyebarannya.
Salah satunya adalah social distancing.
Beberapa negara yang terjangkit virus corona sudah menerapkan langkah tersebut.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan jarak sosial atau social distancing sebagai tetap di luar perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak dari orang lain jika memungkinkan.
Rumus yang dipakai adalah 2 meter. Anda menjaga jarak dengan orang lain sejauh 2 meter.
CDC menyarankan untuk tidak menggunakan transportasi umum, taksi, atau tumpangan kendaraan orang lain selama Anda melakukan social distancing.
Social distancing perlu dilakukan agar kota tempat Anda berada tidak perlu dilockdown.
Dokter Panji Hadisoemarto, M.P.H mengatakan social distancing perlu segera diterapkan.
"Saya tidak bisa menjawab dengan pasti (kapan harus dilakukan social distancing), tapi satu jawaban tentatif yang selalu saya berikan adalah 'The sooner the better' (semakin cepat semakin baik)," ujarnya, seperti yang dikutip dari Kompas.com.
Dokter lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health dan Dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran itu mengatakan saat ini belum ada informasi detail mengenai keganasan virus corona di Indonesia.

Namun, bisa jadi kondisinya tidak jauh berbeda dengan negara yang sudah terjangkit.
"Ini masa yang penuh ketidakpastian. Kita tidak punya data, sebuas apa virus ini di indonesia. Tapi kalau kita lihat apa yang sudah terjadi di negara-negara lain, China, Italia, Jerman dan negara-negara lain; kita bisa cukup percaya diri menyimpulkan (bahwa) Indonesia tidak akan terlalu berbeda," imbuhnya lagi.
Dikatakan Panji, social distancing sendiri memiliki skala yang luas.
Social distancing bisa dilakukan secara pribadi dengan menghindari keramaian atau orang yang sedang sakit, atau dilakukan oleh pemerintah dan otoritas dengan memberlakukan kebijakan untuk tidak ke kantor dan berkerumun.
Sependapat dengan Panji, Dokter Nafsiah Mboi SpA, MPH yang juga alumni dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia berkata bahwa social distancing dan larangan perjalanan (travel ban) sebaiknya dilakukan secepatnya tanpa menunggu data.

Hal-hal ini, ujar Nafsiah, bisa dilakukan secara prioritas, misalnya dengan melakukan lebih banyak screening untuk pengunjung dari daerah yang epidemik virua corona.
Nafsiah menggarisbawahi bahwa social distancing juga harus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, mulai dari dinas kesehatan setempat hingga puskesmas.
Tujuannya untuk mensosialisasikan mengenai pencegahan virus corona hingga ke akar rumput.
"Kalau masyarakat sudah mengerti apa yang harus dia lakukan sampai ke akar rumput, saya kira itu akan banyak sekali dampaknya. Sebelum lockdown dan sebagainya," katanya.
• Penjelasan Bila Anak Bertanya Virus Corona, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua Bila Anak Demam?
• Heboh Corona, BKPRMI Jabar Hentikan Aktivitas Pendidikan Keagamaan Siswa dan Santri di Sekolah
Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Berikut langkah dan panduan mencegah virus corona dengan social distancing.
1. Hindari kontak dekat orang lain
Ahli epidemiologi UC San Francisco Jeff Martin, MD, MPH, dan George Rutherford, III, MD, menjelaskan, social distancing adalah kunci hidup untuk beberapa waktu ke depan.
Dia menganjurkan untuk menghindari kontak dekat dengan orang lain untuk menghindari penangkapan virus sendiri dan untuk menghindari menularkannya.
2. Social distancing meluas ke tindakan pencegahan di lingkungan
Social distancing juga dapat secara efektif meluas ke tindakan pencegahan lingkungan seperti mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh yang mungkin menularkan virus, kata Martin.
3. Menghindari pertemuan besar
Banyak kota ataupun perusahaan telah mendorong social distancing dengan melarang pertemuan besar, mendorong telecommuting dan menutup sekolah.
4. Menghindari transportasi umum
Hindari menggunakan transportasi umum yang penuh sesak jika memungkinkan.
Dengan meminimalisir bersinggungan dengan orang lain, kita dapat mengurangi risiko tertular virus sebaik mungkin.
Para ahli pun menyarankan bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun untuk tinggal di rumah saja.
Pasalnya, lansia merupakan kelompok paling rentan tertular virus.
5. Panduan ke restoran dan gym
Bagi orang muda, pergi ke restoran atau gym tidak masalah.
Asal, bersihkan permukaan alat yang dipakai (baik alat makan dan peralatan gym) dengan disinfektan.
Sementara untuk pergi ke tempat ramai, di mana harus bersinggungan dengan orang lain, para ahli meminta untuk memikirkan risiko yang akan dihadapi.
Tempat ramai misalnya bar atau pertunjukan musik.