Buntut Peserta Terjangkit Corona, Pemprov Jabar Telusuri Satu Seminar di Bogor

Pemprov Jabar menelusuri sejumlah kasus spesifik yang berkaitan dengan rekam jejak pasien positif virus corona

Tribun Jabar/Muhammad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengumumkan bahwa siswa PAUD hingga SMA se-Jawa Barat harus belajar di rumah selama dua minggu, Gedung Pakuan, Minggu (15/3/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar menelusuri sejumlah kasus spesifik yang berkaitan dengan rekam jejak pasien positif virus corona Covid-19, baik yang dari dalam negeri maupun luar negeri.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan kasus spesifik yang tengah ditelusuri adalah peserta sebuah seminar di Kabupaten Bogor. Diketahui, dua warga Solo yang mengikuti seminar pada akhir Februari lalu dinyatakan positif virus corona, satu di antaranya meninggal dunia.

Kasus spesifik lainnya adalah warga Jabar yang berangkat ke Malaysia untuk mengikuti acara keagamaan pada 28 Februari 2020. Dilaporkan dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah peserta yang kemudian dinyatakan positif virus corona.

"Seminar di Kabupaten Bogor itu, sedang dilacak pergerakan pesertanya karena menurut informasi ada dugaan yang meninggal di Solo itu pernah berseminar beberapa hari sebelumnya di Bogor. Kemudian penelusuran berikutnya kepada yang ikut tabligh akbar di Petaling Jaya di Malaysia, itu ada dugaan peserta yang datang dari Jawa Barat, kami juga sudah lacak," katanya di Gedung Pakuan, Minggu (15/3/2020).

RS Hasan Sadikin Bandung Rawat 3 Pasien Positif Virus Corona

Tracing atau penelusuran jejak pun, katanya, dilakukan terhadap kontak dari ketujuh warga Jabar yang dinyatakan positif virus corona. Pihaknya sudah mengantongi data orang-orang dalam pemantauan tersebut.

Menyikapi status pandemi global Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk melakukan percepatan penanganan dan pencegahan penyakit ini. Jabar dengan jumlah penduduk lebih kurang 50 juta jiwa juga harus sigap dalam mengantisipasi.

Salah satu fokus yang akan dilakukan dengan melakukan pengujian spesimen penyebaran Covid-19, yakni pada orang terduga terinfeksi penyakit ini, juga pada mereka yang berisiko tertular atau yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Upaya ini ditempuh dengan mengerahkan segenap sumber daya yang ada. Jabar mempunyai alat dan tempat pengecekan dengan standar Bio Safety Level 2, dalam hal ini UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jabar.

Labkes Jabar berkoordinasi dengan Lab Mikrobiologi dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dalam teknis pelaksanaan, spesimen yang diambil dari setiap sampel sebanyak 2 set spesimen. Untuk satu set spesimen akan dikirim ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan, dan 1 set spesimen dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk diperiksa.

Laporan hasil pemeriksaan tetap akan disampaikan dan dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operation Center (PHEOC).

5 Hape Oppo Tarbaik Turun Harga di Tahun 2020, Mulai dari Oppo F7 hingga Oppo Find X, Cek di Sini

Upaya pengujian spesimen ini sudah disampaikan kepada Presiden, dan pihaknya bergerak tetap selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah ini akan membantu dalam percepatan pengendalian penyebaran karena kalau hanya mengandalkan Balitbangkes Kementerian Kesehatan akan memakan waktu.

"Saya juga mengeluarkan surat edaran untuk peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19 kepada seluruh OPD. Penyelenggaraan kegiatan yang berdampak pada pengumpulan massa, juga studi banding ke dalam, maupun luar negeri, seminar dan kegiatan sejenis lainnya supaya ditunda," katanya.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved