Senin, 13 April 2026

Pemkab Ciamis Disarankan Tak Usah Liburkan Sekolah Terkait Penyebaran Virus Corona

Namun Ciamis disarankan yang normal-normal saja, tak perlu meliburkan sekolah untuk mengantisipasi penularan virus corona.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Andri M Dani
Ribuan warga Ciamis berkumpul di Alun-alun untuk menghadiri Istighosah Qubro, Jumat (13/3/2020) pagi terkait virus corona. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Untuk mengantisipasi penularan virus corona Covid-19 sejumlah daerah sudah mengambil langkah kewaspadaan.

Seperti Kabupaten Sragen Jateng meliburkan sekolah selama satu pekan.

Sebelumnya Gubernur DK Jakarta, Anis Baswedan yang mantan Mendiknas tersebut meliburkan sekolah di Jakarta selama dua minggu.

Namun Ciamis disarankan yang normal-normal saja, tak perlu meliburkan sekolah untuk mengantisipasi penularan virus corona.

“Kalau bicara penyakit, lebih banyak penyakit di depan mata yang nyata-nyata sudah banyak merengut nyawa. Seperti TBC maupun DBD. Jadi tak perlu terlalu berlebihan menyikapi ancaman penularan virus corona yang kini booming pemberitaannya. Yang normal-normal saja. Ciamis tidak perlu meliburkan sekolah secara masal,” ujar Didi Ruswendi, praktisi pendidikan, kepala sekolah sekaligus Ketua Yayasan BPM Ciamis kepada Tribun Sabtu (14/3).

Menghadapi ancaman penularan virus corona Covid-19 menurut Didi kegiatan masyarakat lebih baik normal-normal saja, tak perlu paranoid.

Lazimnya bagaimana kita menghadapi ancaman DBD, TBC  dan penyakit menular lainnya yang nyata-nyata jug menular dan menimbulkan kematian. Dan penyakit-penyakit menular lainnya yang bisa menulari siapapun termasuk anak sekolah.

“Untuk menghadapi penyakit menular kuncinya tentu daya tahan tubuh. Setelah itu PHBS, bila menghadapi DBD ditambah dengan PSN,”katanya.

Menghadapi ancaman penularan virus Covid-19, selain PHBS,  menurut Didi tentunya juga dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun,  selalu jaga wudhu dan bertawakal.

Mengenai ancaman DBD di Camis menurut Direktur RSU Ciamis dr H Rizali Sofiyan MM selama bulan Januari dan Februari lalu ada 113 pasien DBD yang dirawat di RSU Ciamis.
Dan pada bulan Maret ini sampai tanggal 12/3 sudah ada 64 orang pasien DBD yang dirawat di RSU Ciamis.
Sementara tentang ancaman virus Covid-19, RSU Ciamis baru menangani satu kasus orang dalam pemantauan (ODP) pasien tersebut baru melakukan perjalanan dari Malaysia. Setelah dilakukan observasi oleh dokter spesialis, pasien tersebut negatif corona  (andri m dani)
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved