Pemkab Ciamis Disarankan Tak Usah Liburkan Sekolah Terkait Penyebaran Virus Corona
Namun Ciamis disarankan yang normal-normal saja, tak perlu meliburkan sekolah untuk mengantisipasi penularan virus corona.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Untuk mengantisipasi penularan virus corona Covid-19 sejumlah daerah sudah mengambil langkah kewaspadaan.
Seperti Kabupaten Sragen Jateng meliburkan sekolah selama satu pekan.
Sebelumnya Gubernur DK Jakarta, Anis Baswedan yang mantan Mendiknas tersebut meliburkan sekolah di Jakarta selama dua minggu.
Namun Ciamis disarankan yang normal-normal saja, tak perlu meliburkan sekolah untuk mengantisipasi penularan virus corona.
“Kalau bicara penyakit, lebih banyak penyakit di depan mata yang nyata-nyata sudah banyak merengut nyawa. Seperti TBC maupun DBD. Jadi tak perlu terlalu berlebihan menyikapi ancaman penularan virus corona yang kini booming pemberitaannya. Yang normal-normal saja. Ciamis tidak perlu meliburkan sekolah secara masal,” ujar Didi Ruswendi, praktisi pendidikan, kepala sekolah sekaligus Ketua Yayasan BPM Ciamis kepada Tribun Sabtu (14/3).
Menghadapi ancaman penularan virus corona Covid-19 menurut Didi kegiatan masyarakat lebih baik normal-normal saja, tak perlu paranoid.
Lazimnya bagaimana kita menghadapi ancaman DBD, TBC dan penyakit menular lainnya yang nyata-nyata jug menular dan menimbulkan kematian. Dan penyakit-penyakit menular lainnya yang bisa menulari siapapun termasuk anak sekolah.
“Untuk menghadapi penyakit menular kuncinya tentu daya tahan tubuh. Setelah itu PHBS, bila menghadapi DBD ditambah dengan PSN,”katanya.
Menghadapi ancaman penularan virus Covid-19, selain PHBS, menurut Didi tentunya juga dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun, selalu jaga wudhu dan bertawakal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ribuan-warga-ciamis-berkumpul-di-alun-alun-istighosah-qubro-1332020.jpg)