Pemkab Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Pascagempa, Ada 8 Sekolah dan 11 Tempat Ibadah Rusak

Pemkab Sukabumi tetapkan status tanggap darurat pascagempa. Ada delapan sekolah dan 11 tempat ibadah rusak.

Tribunjabar.id/Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi
Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menyerahkan bantuan logistik ke sejumlah warga yang rumahnya rusak terdampak gempa, Rabu (11/3/2020). 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pascagempa bumi bermagnitudo 5,0 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari.

Penetapan status tanggap darurat tersebut terhitung mulai dari Selasa (10/3/20202) hingga Rabu (16/3/2020).

Berdasarkan data terbaru yang diterima dari BPBD Kabupaten Sukabumi, sebanyak enam kecamatan yang terkena dampak gempa tersebut, yaitu Kecamatan Kabandung, Kalapa Nunggal, Cidahu, Warungkiara, Parakansalak, dan Cikidang, Jumat (13/3/2020).

Akibat peristiwa gempa bumi bermagnitudo 5,0 tersebut sebanyak 1.058 Kepala Keluarga (KK) dan 1.007 jiwa terkena dampak.

Akibatnya 325 jiwa terpaksa mengungsi. 

Selain berdampak terhadap ribuan rumah warga rusak, sebanyak 19 fasilitas umum juga terdampak, yakni 8 gedung sekolah, dan 11 tempat ibadah rusak.

Gempa bumi juga mengakibatkan 12 orang terluka.

"Penetapan status tanggap darurat tersebut dapat diperpanjang apabila upaya penanganan masih diperlukan," kata Bupati Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami.

Ia menambahkan, hingga saat ini BPBD masih melakukan pemantauan, pendataan, dan melakukan koordinasi dengan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) serta sejumlah relawan lainnya. 

Beredar Isu Gempa Sukabumi karena Faktor X, Dosen STMKG Jelaskan Penyebabnya

Gempa Bumi Sukabumi, Ratusan Warga Mengungsi ke Tenda Pengungsian

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved