Jumlah Wisatawan ke Tahura Ir H Djuanda Turun Hingga 20 Persen Selama 2 Bulan Awal 2020

Hingga per 12 Maret 2020, wisatawan lokal tercatat 42.867 orang dan mancanegara 417 orang yang mengunjungi Tahura Ir H Djuanda.

Tribun Jabar/Ery Candra
Suasana pengunjung saat akan memasuki Taman Hutan Raya Ir H Djuanda Bandung, Jumat (13/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kunjungan wisata ke Taman Hutan Raya ( Tahura ) Ir H Djuanda Bandung terus menurun sejak isu virus corona mencuat.

Kepala UPTD Tahura Ir H Djuanda, Lianda Lubis belum dapat memastikan data jumlah penurunan wisatawan lokal serta mancanegara.

Hingga per 12 Maret 2020, wisatawan lokal tercatat 42.867 orang dan mancanegara 417 orang yang mengunjungi Tahura Ir H Djuanda.

"Kami belum bisa memastikan jumlah (penurunan). Nanti diberikan, kalau melihat kecenderungan, ada penurunan sekira 10 persen sampai 20 persen karena corona, dari Januari sampai Februari," ujar Lianda Lubis ketika ditemui Tribun Jabar di Taman Hutan Raya Djuanda, Jumat (13/3/2020).

Menurutnya, sebelum merebak isu virus corona, wisatawan dari Arab paling banyak yang berkunjung ke Tahura.

"Kalau yang lain biasa-biasa saja. Terutama musim libur atau musim panas di sana (Arab). Kadang satu hari sampai 100 orang waktu itu tapi sekarang menurun," katanya.

Laga Timnas Ditunda karena Corona, Pelatih Persib Berharap Liga Tetap Jalan Saat Jeda Internasional

Laga Timnas Ditunda karena Corona, Pelatih Persib Berharap Liga Tetap Jalan Saat Jeda Internasional

Meskipun belum melakukan antisipasi melalui pengumuman resmi, pihaknya menyarankan pengunjung yang sakit untuk mengenakan masker, dan mencuci tangan menggunakan cairan antiseptik.

"Kalau larang-larang belum ada tools-nya dan aturan dari gubernur. Kami hanya mengimbau di pintu-pintu," ujarnya.

Dia menuturkan aktivitas di kawasan seluas 526,98 hektare itu tetap buka seperti biasa.

Pasalnya, belum ada instruksi untuk penutupan sementara, misalnya. Karena itu, pihaknya berharap isu virus corona tak membuat wisatawan khawatir berlebihan.

"Jangan takut untuk berwisata di sini, karena udaranya bersih, interaksi dengan orang enggak dekat. Pengunjung di sini relatif dapat terkontrol kalau ada yang sakit," katanya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved