Surat Bank Bikin Resah

Utang Developer ke Bank Diduga Rp 19 M, Sertifikat Warga Bukit Cianjur Residence Dipersulit

Warga perumahan Bukit Cianjur Residence, Desa Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur

Utang Developer ke Bank Diduga Rp 19 M, Sertifikat Warga Bukit Cianjur Residence Dipersulit
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Seorang warga perumahan Bukit Cianjur Residence, Widhi Sasongko (45) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Warga perumahan Bukit Cianjur Residence, Desa Peuteuy Condong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, merasa resah.

Keresahan timbul karena rumah mereka yang dibeli secara tunai kepada pihak pengembang atas nama PT Bumi Convexindo, terancam dilelang pihak perbankan.

Permasalahan timbul karena diduga Direktur Utama PT Bumi Convexindo berinisal RSS mengagunkan sertifikat warga kepada pihak perbankan untuk mendapatkan kredit.

Karena utang pinjaman RSS kepada pihak perbankan belum kunjung dilunasi. Akibatnya, jika hingga jatuh tempo belum ada pelunasan kredit yang kabarnya mencapai hampir Rp 19 miliar, maka pihak perbankan akan melelangkan semua rumah yang sertifikatnya diagunkan.

Berbagai upaya telah ditempuh warga untuk mendapatkan legalitas formal berupa sertifikat rumah mereka yang sudah dibeli secara tunai. Bahkan, warga pun melaporkan RSS ke pihak kepolisian dengan aduan dugaan penipuan.

Soal Corona Polda Jabar Minta Warga Waspada, Jika Ada Orang Tawarkan Semprot Disinfektan

"Sekitar 2014 atau 2016, saya membeli rumah di sini secara tunai. Pihak pengembang kemudian memberikan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli).

Untuk sertifikatnya dijanjiin oleh owner atau developer Bukit Cianjur Residence," kata Widhi Sasongko, ditemui di perumahan Bukit Cianjur Residence, Kamis (12/3/2020).

Widhi mengatakan pihak pengembang perumahan terkesan seperti mempersulit warga mendapatkan sertifikat.

Kecurigaan warga pun memuncak hingga akhirnya menelusuri alasan tidak adanya itikad baik dari pihak pengembang memberikan sertifikat kepada warga yang sudah membeli rumah secara tunai.

"Ternyata, setelah kami telusuri, sertifikat warga yang sudah membeli cash di Bukit Cianjur Residence ini diagunkan oleh pihak pengembang ke Bank BTN," kata Widhi.

Kasus Narkotika di Indramayu Meningkat, Dalam 3 Bulan Awal 2020 Sudah Ada 18 Perkara

Jumlah rumah di Bukit Cianjur Residence lebih kurang ada 200 unit. Sebanyak 64 orang warga membeli secara tunai. Sisanya pembelian secara kredit.

"Nah, hasil penelusuran kami, sertifikat yang diagunkan pihak pengembang di Bank BTN itu ada 64 dengan nilai kredit pinjaman mencapai lebih kurang Rp 19 miliar," ujar Widhi

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved