Soal Corona Polda Jabar Minta Warga Waspada, Jika Ada Orang Tawarkan Semprot Disinfektan

Mewabahnya virus corona dapat menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan dengan modus berpura-pura

KOMPAS.COM/HADI MAULANA
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mewabahnya virus corona dapat menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan dengan modus berpura-pura sebagai petugas kesehatan dan menawarkan jasa penyemprotan disinfektan.

Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga Waskitoroso saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Sukarno Hatta, Kamis (12/3/2020). Dikatakan Erlangga, masyarakat harus berhati-hati dan tidak mudah percaya apabila ada yang datang mengaku sebagai petugas.

Menurut Erlangga, ada beberapa langkah yang harus dilakukan ketika mendapati adanya petugas tersebut seperti menanyakan legalitas bisa dengan meminta surat tugas, kemudian mengecek identitas diri yang bersangkutan. Ketika ada yang mencurigakan, segera melaporkan kepada pihak kepolisian maupun pemerintah setempat.

"Ini sebagai langkah antisipasi kepolisian, terkait himbauan yang kita sampaikan Polda Jabar himbau kepada masyarakat yang isinya agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan kehati-hatian terhadap modus baru yang mengaku petugas dari kesehatan untuk lakukan penyemprotan disinfektan atau untuk anti virus corona," ujar Erlangga.

Kasus Narkotika di Indramayu Meningkat, Dalam 3 Bulan Awal 2020 Sudah Ada 18 Perkara

Sejauh ini, kata Erlangga, belum ada laporan kasus dengan modus itu di wilayah Jawa Barat. Namun pihaknya terus melakukan langkah antisipasi dan imbauan kepada masyatakat untuk memperkecil pelaku memanfaatkan kondisi kekhawatiran masyarakat akibat virus corona ini.

Selain itu, Polda Jabar pun melakukan kegiatan patroli cyber di media sosial untuk mencari informasi hoax terkait dengan virus corona ini. Sejauh ini, belum ada pemilik akun yang dilakukan pemeriksaan dan penindakan.

"Kita sampaikan ke seluruh masyarakat warga net dan pengguna media sosial, bahwa pemerintah sudah menyampaikan secara terbuka informasi terkait dengan penanganan langkah-langkah virus corona," katanya.

"Masyarakat bisa mengacu apa yang disampaikan pemerintah dan tidak untuk menyebarkan berita-berita hoax terkait virus corona. Beresiko dengan UU ITE dan diharapkan kedewasaan dan bijak dalam menyampaikan informasi terkait dengan identitas," katanya.

Rekonstruksi Pembunuhan Delis Sulistina Muncul Fakta Baru yang Bikin Pelaku Terancam Hukuman Mati

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved