Breaking News:

Siswi SMP di Kupang Menangis di Depan Polisi, Ceritakan Dipukul dan Dipaksa Kerja oleh Paman

Seorang siswi SMP di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), MIB alias Ir (12) dianiaya oleh pamannya sendiri selama tiga tahun.

Pixabay.com
Ilustrasi penganiayaan 

TRIBUNJABAR.ID, KUPANG - Seorang siswi SMP di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), MIB alias Ir (12) dianiaya oleh pamannya sendiri selama tiga tahun.

Sang paman, YYS (40), yang seharusnya mengasuh Ir di Kupang, bahkan kerap tidak memberikan Ir makan.

Kepada polisi, Ir menceritakan penganiayaan yang dilakukan sang paman, sambil menangis.

"Kemarin waktu mau diambil keterangan, sekitar satu jam dia (MIB) menangis, sebelum dia jujur mengungkap aksi kekerasan yang dialaminya," ungkap Kapolsek Maulafa, Kompol Margaritha Sulabesi, saat diwawancarai sejumlah wartawan, Rabu (11/3/2020) kemarin.

Siswi SMP di Kupang Dianiaya Paman, Dipukul Saat Telat Masak Hingga Tak Diberi Makan Setelah Kerja

Selain menangis saat menceritakan kejadian nahas, MIB juga mengakui telah menulis di secarik kertas untuk meminta bantuan kepada sejumlah tetangganya, agar dia bisa dibantu.

Ibu kandung MIB, juga telah mendatangi Polsek Maulafa sambil menangis dan meminta agar anaknya dibawa pulang ke kampung halaman mereka di Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Ibu kandung korban, bertekad bawa pulang korban dan urusan tersangka, diserahkan ke polisi," ujar Sulabesi.

Saat ini, korban didampingi Lembaga Bantuan Hukum Apik dan dititipkan ke Pondok Pengharapan.

Sementara itu, YYS sudah ditahan dalam sel Polsek Maulafa sejak Selasa (10/3/2020) kemarin.

YSS ditahan, setelah sejumlah tetangga melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Maulafa.

Halaman
1234
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved