Kabar Baik, Peneliti UGM Ciptakan Hand Sanitizer Pencegah Virus Corona/Bakteri dari Daun Sirih
Temuan hand sanitizer spray nanopolimer berbahan herbal daun sirih ini bisa membantu masyarakat mencegah wabah virus corona
Kabar gembira, dosen UGM berhasil mengembangkan hand sanitizer spray nanopolimer berbahan herbal
Ini bisa menjawab kelangkaan hand sanitizer karena banyak diborong masyarakat
Kabar baiknya, hand sanitizer berhan herbal daun sirih ini sudah diuji dan hasilnya mampu menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga pemakainya akan sehat
• DBD Mengintai Warga Indramayu di Tengah Wabah Corona, Ada 63 Orang Terjangkit dalam 2 Bulan Terakhir
Temuan hand sanitizer spray nanopolimer berbahan herbal daun sirih ini juga bisa membantu masyarakat mencegah wabah virus corona
//
TRIBUNJABAR.ID, YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada ( UGM) tak pernah berhenti menciptakan inovasi.
Kali ini, dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ronny Martien, membuat hand sanitizer spray nanopolimer berbahan herbal.
Produk ini menjadi alternatif antiseptik yang belakangan langka di pasaran akibat merebaknya wabah virus corona.
Ronny Martien mengatakan, bahan baku yang digunakan untuk hand sanitizer spray nanopolimer berbahan herbal.
• Satgas Pangan Polda Jabar Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Cegah Spekulan Bermain
"Bahan baku yang digunakan dari daun sirih hijau yang banyak digunakan sebagai obat tradisional dan menjadi kearifan lokal warisan nenek moyang," ujar Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ronny Martien dalam keterangan tertulis Humas UGM, Selasa (10/3/2020).
Ronny menyampaikan, melakukan pengembangan produk yang dinamai Spray Nanopolimer Infusa Daun Sirih ini sejak satu tahun belakangan ini.
Daun sirih hijau dipilih sebagai bahan baku karena memiliki aktivitas antibakteri yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus a auerus dan Escherichia coli.
Dijelaskannya, hand sanitizer dibuat dengan menggunakan teknologi nano.
Formulasi dalam bentuk nanopartikel dilakukan karena daun sirih hijau memiliki kelarutan yang relatif rendah dalam air.
"Formulasi nanopartikel mampu meningkatkan sistem penghantaran obat dan kestabilan zat aktif dalam infusa daun sirih," urainya.
Karakteritik formula memiliki ukuran partikel 246,9 nm dengan efiesiensi penjerapan sebesar 23,36 persen. Diameter zona hambat sediaan nanopolimer terhadap bakteri Staphylococcus a ureus dan Escherichia c oli sebesar 7,85 mm dan 9,61 mm.
"Sudah diuji di laboratorium aktivitasnya sebagai antibakteri. Hasilnya lebih baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri daripada ekstrak yang tidak diformulasikan nanopartikel," ungkapnya.
Spray nanopolimer infusa daun sirih ini dibuat bebas alkohol dengan menformulasikan infusa daun sirih dengan kitosan.
Hadirnya handsanitizer spray nanopolimer berbahan herbal ini harapannya dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya hand sanitizer di pasaran karena penyebaran virus corona.
• Tom Hanks dan Istrinya Positif Virus Corona Saat Persiapan Syuting di Australia
Selain itu, juga bisa membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan.
"Harapannya produk spray nanopolimer infusa daun sirih ini bisa membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan dan mengatasi langkanya antiseptik di pasaran," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dosen UGM Ciptakan Hand Sanitizer Berbahan Baku Sirih Hijau .", https://regional.kompas.com/read/2020/03/12/15344341/dosen-ugm-ciptakan-hand-sanitizer-berbahan-baku-sirih-hijau?page=all#page2.
Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wijaya Kusuma