Demo Tolak Omnibus Law

Anggota DPRD Cimahi, Buruh dan Mahasiswa Sepaham Menolak RUU Omnibus Law, Aksi Berjalan Kondusif

Unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law yang dilakukan ribuan buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Cimahi berkahir dengan kesepahaman dari DPRD

Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Anggota DPRD Kota Cimahi, Enang Sahri Lukmansyah menyampaikan bahwa pihaknya menolak RUU Omnibus Law di hadapan ribuan massa aksi di depan Kantor DPRD Kota Cimahi, Kamis (12/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Unjuk rasa menolak RUU Omnibus Law yang dilakukan ribuan buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Cimahi berkahir dengan adanya kesepahaman dari anggota dewan, yakni sama-sama menolak RUU Omnibus Law.

Ribuan buruh dan mahasiswa menggelar aksinya sejak siang dan diakhiri dengan pembacaan hasil mediasi antara perwakilan buruh, perwakilan mahasiswa, perwakilan DPRD Kota Cimahi dengan pengawalan maksimal dari pihak kepolisian Polres Cimahi .

Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Partai NasDem, Enang Sahri Lukmansyah menyatakan, pihaknya turut menolak RUU Omnibus Law, yang hingga saat ini masih dibahas oleh pemerintah pusat bersama DPR RI.

BREAKING NEWS, Ribuah Buruh dan Mahasiswa Tutup Jalan Gandawijaya Cimahi, Tolak Omnibus Law

Ribuan buruh dan mahasiswa tiba di Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi, Kamis (12/3/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.
Ribuan buruh dan mahasiswa tiba di Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi, Kamis (12/3/2020) sekitar pukul 15.30 WIB. (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

"Kami menolak dengan tegas RUU Omnibus Law. (Selanjutnya) Akan ada pertemuan berikutnya, antara perwakilan massa dengan unsur pimpinan DPRD Kota Cimahi. Akan ditindaklanjuti bersama unsur pimpinan DPRD Kota Cimahi pada Selasa, 17 Maret 2020," kata Enang sambil berdiri di atas mobil komando.

Koordinator Aksi Demonstrasi Buruh Cimahi dan Ketua SPSI Cimahi, Edi Suherdi mengatakan, aksi tersebut murni untuk menolak RUU Omnibus, yang awalnya merupakan UU cipta lapangan kerja.

Buruh dan Mahasiswa Orasi di Depan Alun-alun Cimahi, Jalan Raya Ditutup

Situasi di Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi. Sejumlah pengunjuk rasa berhenti di badan jalan sembari menyampaikan orasi singkat. Kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kota Cimahi, Kamis (12/3/2020).
Situasi di Jalan Gandawijaya, Kota Cimahi. Sejumlah pengunjuk rasa berhenti di badan jalan sembari menyampaikan orasi singkat. Kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kota Cimahi, Kamis (12/3/2020). (Tribunjabar/Daniel Andreand Damanik)

Secara tegas Ia mengatakan bahwa rencana tersebut akan menyengsarakan buruh dan pekerja.

"RUU Omnibus Law, akan ada hak-hak buruh yang terdegradasi. Ada beberapa hal yang merugikan buruh, yaitu upah minimun Kota/Kabupaten (UMK) akan hilang, diganti menjadi upah per jam, jaminan sosial pun akan terancam, karena outsourcing dan tenaga kontrak akan dibuka seluas-luasnya, khususnya tenaga kerja asing," katanya.

Aksi ribuan buruh dan mahasiswa itu berlangsung damai, mereka membubarkan diri sekira pukul 17.50 WIB.

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki memfasilitasi kepulangan massa aksi dengan kendaraan polisi ke tempat masing-masing.

Hal itu langsung mendapat sambutan sorak-sorai dari buruh sembari bertepuk tangan.

Pasalnya, ribuan buruh tersebut berjalan kaki dari pabriknya masing-masing menuju Kantor DPRD Kota Cimahi.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved