Sukabumi Diguncang Gempa Bumi, Pemprov Jabar Segera Lakukan Ini

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan semua pihak bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten

Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Kondisi rumah yang hancur di Kampung Nanggerang RT 13/05, Sukabumi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan semua pihak bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan dampak gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,0 di Kabupaten Sukabumi terjadi pada pukul 17:18 WIB, Selasa (10/3/2020).

BMKG memastikan gempa bumi itu tidak berpotensi tsunami.

Penjelasan BMKG Soal Megathrust Berpotensi Picu Gempa Sukabumi M=8,7, Kajian untuk Tujuan Mitigasi

Sebagai langkah awal, Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Setiawan Wangsaatmaja, menyatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar sudah bersiaga dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi.

"BPBD Jabar sedang berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi untuk mendata jumlah korban dan kerusakan. Supaya bantuan bisa segera diturunkan kepada warga terdampak maupun yang mengungsi," kata Setiawan di Gedung Sate, Rabu (11/3/2020).

Setiawan menegaskan, pihaknya akan melibatkan perangkat daerah lain dalam penanganan gempa bumi di Kabupaten Sukabumi, semisal Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar.

"Dinsos Jabar sudah bersiaga menyalurkan bantuan. Begitu juga Dinkes Jabar yang siap memberikan pelayanan kesehatan. Setelah data terkumpul, semua akan turun ke lokasi memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan dasar warga," ucapnya.

Setiawan meminta ketua Rukun Warga (RW) di Kabupaten Sukabumi untuk memanfaatkan aplikasi Sapa Warga dengan melaporkan jumlah korban, kerusakan, dan kebutuhan warga setelah gempa bumi di wilayahnya.

"Aplikasi Sapa Warga bisa menerima laporan langsung dari masyarakat. Laporan itu akan direkap dan dilaporkan kepada BPBD Jabar untuk ditindaklanjuti," katanya.

Suami Istri di Malang Bunuh Diri Bersama, Diduga Karena Masalah Hubungan dan Perceraian

"Sapa Warga dikembangkan untuk memangkas jalur birokrasi, termasuk perihal kebencanaan. Dengan laporan yang cepat dari warga, penanganan juga akan cepat dan tepat. Maka, kami meminta semua RW untuk memanfaatkan kehadiran Sapa Warga ini," ujarnya.

Adapun laporan BPBD Jabar pada pukul 23:00 WIB, Selasa (10/3/2020), 17 rumah rusak berat, 17 rumah rusak sedang, 18 rumah rusak ringan, dan 3 orang mengalami luka-luka. BPBD Jabar saat ini masih terus melakukan pendataan.

Takut Gempa Bumi Susulan, Sejumlah Warga Desa Pulosari Sukabumi Pilih Tidur di Luar Rumah

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved