Endang Menilai Tiga Bupati Terakhir Cianjur Tak Mendukung Peningkatan Kualitas Beras Cianjur

Endang Setyawati Tohari mengatakan, hasil pengamatannya terhadap tiga kepala daerah terakhir yang memimpin Cianjur kurang mendukung sektor pertanian

Endang Menilai Tiga Bupati Terakhir Cianjur Tak Mendukung Peningkatan Kualitas Beras Cianjur
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Anggota DPR RI Komisi IV, Endang Setyawati Tohari saat reses di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Selasa (10/3/2020) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Anggota DPR RI Komisi IV, Endang Setyawati Tohari mengatakan, hasil pengamatannya terhadap tiga kepala daerah terakhir yang memimpin Cianjur kurang mendukung sektor pertanian.

Menurutnya hal itu terlihat dari banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi industri dan perumahan yang semakin marak dan melibas lahan pertanian.

Endang mengatakan, banyaknya alih fungsi lahan di Kabupaten Cianjur berdampak pada minimnya produksi beras. Seperti diketahui beras Cianjur diakui kualitasnya nomor wahid di tanah air.

Kang Jabur Siap Turun ke Desa Menjaga Lembur dan Mengamankan Tahapan Pilkada Cianjur

"Kualitas beras dari Cianjur itu bagus, seharusnya Cianjur menjadi lumbung padi," katanya saat menggelar reses di wilayah Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Selasa (10/3/2020) sore.

Ia mengatakan Cianjur mempunyai beras yang sangat berkualitas, namun sejauh ini, bibit-bibit dari beras tersebut, tidak pernah diberi proteksi perlindungan.

"Jadi di biaya-biaya untuk penelitian menciptakan benih unggul, itu tidak ada," kata anggota DPRRI dari Fraksi Partai Gerindra dari Dapil Kabupaten Cianjur-Bogor ini.

Endang berharap bupati Cianjur harus memperbaiki kembali tata ruang. Pasalnya beras Cianjur tetap menjadi idola masyarakat Indonesia.

"Bupati Cianjur tidak konsen di pertanian dan yang diangkat oleh bupati adalah tim suksesnya yang tidak mengerti dalam bidang pertanian," katanya.

Temui Karang Taruna Cianjur, Menteri Sosial Sampaikan Pesan Ini

Menurutnya, tak hanya di Kabupaten Cianjur, secara nasional juga seperti Badan Litbang Pertanian, hanya dapat 5 persen dari APBN.

"Dampaknya, para peneliti yang sudah disekolahkan, banyak yang perustasi, karena tidak pernah ada biaya untuk operasiobal," ujar Endang.(fam)

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved