Breaking News:

Duel Berujung Keroyok di Tasikmalaya, Lawan Duel Sempat Tanya Kabar Anak Ketua DPC PDIP

Menurut Riki, saat duel berlangsung D terdesak dan akhirnya dibantu teman-temannya sehingga terjadi aksi pengeroyokan.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Korban S tengah dipijat di rumahnya di Jalan Padasuka, disaksikan ayahnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Muslim, Senin (9/3/2020) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Diduga khawatir kasus berlanjut ke ranah hukum, D (23), lawan duel S (23), putra Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, ternyata pernah menanyakan apakah dirinya dilaporkan ke polisi.

Hal itu diungkapkan Riki (23), teman S, saat ditemui di rumah S, Jalan Padasuka, Rabu (11/3/2020).

"Dua hari setelah kejadian duel dan pengeroyokan, dia (D, Red) mengontak saya apakah dirinya dilaporkan ke polisi," katanya.

Pertanyaan itu dilontarkan D melalui pesan singkat aplikasi WA. Tersangka juga menanyakan kondisi S.

"Mungkin dia jadi khawatir, sampai nanya apakah dirinya diadukan ke polisi," kata Riki.

Seperti diketahui, Sabtu (7/2/2020) dini hari sepulang mengantar orang sakit ke Kota Banjar, S mengantar Riki menemui D untuk menyelesaikan suatu masalah di Jalan Siliwangi.

Fakta Anyar Duel Anak Ketua Parpol di Tasik, Teman Lawan Duelnya Buka Suara, Tak Ada Pengeroyokan

Polisi Masih Kejar Tersangka Pengeroyokan terhadap Anak Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya

Dalam pertemuan itu D memukul Riki. Melihat itu, S mencoba melerai, namun D tidak terima hingga muncul tantangan duel dengan taruhan Rp 200.000.

Menurut Riki, saat duel berlangsung D terdesak dan akhirnya dibantu teman-temannya sehingga terjadi aksi pengeroyokan.

Korban yang sudah terkapar sampai diinjak. Setelah itu D bersama temannya pergi. Pagi harinya S lapor polisi.

Namun belakangan ada keterangan berbeda dari teman D berinisial TA. Menurut TA itu murni duel dan S mengaku kalah.

Hanya saja saat ditagih uang taruhan S menolak, sehingga kembali dipukul D bersama seorang temannya.

"S akhirnya memberi uang Rp 100 ribu dan kami langsung pergi," kata TA yang ditemui di dekat rumahnya.

Sementara kasus tersebut masih didalami Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

"Kami sudah menetapkan tersangka berinisial D, dan kasusnya masih dalam pengembangan," kata Kasatreskrim, AKP Dadang Soediantoro. 

Penulis: Firman Suryaman
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved