Cegah Penyakit Ginjal Sejak Dini

Peringatan hari ginjal untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan ginjal dengan cara mencegah sejak dini

Cegah Penyakit Ginjal Sejak Dini
istimewa

TRIBUNJABAR.ID,- HARI ginjal sedunia diperingati setiap tanggal Kamis pada Minggu kedua. Untuk tahun ini, diperingati tanggal 12 Maret. Setiap tahun tema yang diusung juga berbeda dan untuk tahun ini tema yang diambil adalah "Kesehatan Ginjal untuk Siapapun dan Dimanapun". Kali ini merupakan tahun ke 13 yang diperingati di seluruh dunia. Meski setiap tahun temanya berbeda, namun peringatan hari ginjal untuk kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan ginjal dengan cara mencegah sejak dini.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultasi Ginjal Hipertensi Santosa Hospital Bandung Central, dr Afiatin SpPD-KGH, mengatakan, ginjal merupakan salah satu organ dalam tubuh manusia yang memiliki fungsi penting. Fungsi ginjal yakni untuk menyaring darah yang mengalir dari seluruh tubuh. Dari penyaringan ini, ginjal akan memisahkan racun, mengatur keseimbangan elektrolit, dan mengontrol keseimbangan cairan dalam tubuh. Darah yang disaring kemudian akan keluar dari tubuh dalam bentuk urin atau air seni (ait kencing).

Santosa Hospital
Santosa Hospital (istimewa)

"Fungsi ginjal yang penting inilah maka perlunya menjaga kesehatan ginjal. Karena bila terjadi gangguan atau ada penurunan fungsi ginjal dapat menimbulkan beragam masalah, bahkan dapat menimbulkan komplikasi," katanya.
Untuk itu, perlu mengetahui gejala awal penyakit ginjal, agar tidak terlambat dalam menanganinya. Selain itu, perlu juga mengenali tata cara penanganan dan pencegahan yang benar.

Penyakit ginjal menjadi perhatian karena penderita penyakit ini kian meningkat.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa jumlah penderita penyakit ginjal kronis mencapai 3,8%, meningkat sebesar 1,8 % dari riset sebelumnya. Dari data pembiayaan BPJS Kesehatan, alokasi dana ketiga terbanyak digunakan untuk pembiayaan pasien ginjal dengan dialisis.
Menurutnya, kian bertambahnya penderita ginjal karena gejala awal penyakit ginjal terkadang tidak benar-benar disadari atau tidak muncul. Akibatnya cukup banyak pasien yang ditangani sudah berada distadium lima atau harus menjalani dialisis (cuci darah).

"Gejala yang bisa diketahui antara lain, gejala ringan seperti muka pucat, mual, tidak mau/nafsu makan, dan ada pembengkakan dibagian tubuh seperti mata. Sedangkan gejala bagi pasien yang sudah stadium lanjut seperti sesak nafas dan penurunan kesadaran bahkan bisa sampai koma,"katanya.

Namun dari pasien penyakit ginjal yang ditangani medis, pasien ginjal terutama yang sudah menjalani dialisis karena dipicu komplikasi dari penyakit lain seperti darah tinggi dan diabetes melitus atau kencing manis. Sebanyak 39% pasien dipicu karena hipertensi dan 28% karena diabetes. Karena itu, sebenarnya penyakit ginjal ini bisa dicegah dengan cara mengontrol pola hidupnya. Seperti pasien hipertensi dan diabetes, dua penyakit ini harus dikelola dengan benar seumur hidup. Bila masyarakat sepenuhnya bisa sadar dalam mengatur pola hidupnya terutama penderit hipertensi dan diabetes, maka penyakit ginjal ini bisa dicegah.

Sedangkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes, bisa melakukan pencegahan dengan pola hidup sehat. Termasuk jangan sembarangan mengkonsumsi obat terutama obat penghilang nyeri. Begitu pula tidak sembarangan minum obat herbal. Obat-obatan herbal juga harus sudah lolos uji obat.

"Jadi usahakan melakukan kontrol atau pemeriksaan ke dokter minimal satu kali. Salah satu pemeriksaan paling mudah adalah melalui tea urine atau air seni," katanya.
Menurutnya, dari tes urine bisa diketahui ada tidaknya penyakit yang diderita pasien dan akan lebih baik jika melakukan pemeriksaan penunjang. Cara-cara ini juga sebagai penanganan dini bila ternyata pasien benar-benar terdeteksi penyakit ginjal.

Penanganan sejak dini sekaligus mencegah pasien terkena penyakit ginjal stadium lima yang mengharuskannya melakukan dialisis. Meski begitu, pasien jangan khawatir bila harus dialisis. Proses dialisis bukan akhir dari segalanya karena cukup banyak pasien ginjal yang bisa bertahan hidup meski sudah dua kali seminggu melakukan dialisis. Pasien yang selalu rutin minum obat serta tidak terlambat dialisis maka harapan hidup juga lebih baik.

Langkah lain yang bisa dilakukan pasien ginjal stadium lima adalah transplantasi atau cangkok ginjal. Meski ditanggung BPJS Kesehatan, namun tranplantasi ginjal di Indonesia masih teganjal implementasi regulasi dan ketersediaan donor. Padahal, transplantasi ginjal saat ini lebih mudah dengan adanya kemajuan teknologi dan obat-obatan. Selain itu, orang yang hidup dengan satu ginjal bisa hidup normal. (siti fatimah)

Editor: bisnistribunjabar
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved