BI Dorong Pedagang di Pasar Tradisional untuk Pakai Transaksi Nontunai

"Kami mendorong para pedagang pasar tradisional untuk melakukan transaksi nontunai saat berjualan. Peredaran uang palsu itu merugikan pedagangnya,"

BI Dorong Pedagang di Pasar Tradisional untuk Pakai Transaksi Nontunai
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Seorang warga mempraktikkan penggunaan kode QR untuk pembayaran nontunai di Pasar Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Rabu (11/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Pembayaran di pasar tradisional didorong untuk menggunakan transaksi nontunai. Metode itu disebut bisa mengurangi peredaran uang palsu.

Plt Penyelia Perkasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Tri Septiadi, mengatakan, transaksi uang palsu di pasar tradisional cukup tinggi dibanding tempat lainnya.

Salah satu cara mengurangi peredaran uang palsu, ucapnya, adalah menggunakan transaksi nontunai.

"Kami mendorong para pedagang pasar tradisional untuk melakukan transaksi nontunai saat berjualan. Peredaran uang palsu itu merugikan pedagangnya," ucap Tri ditemui di Pasar Ciawitali, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (11/3/2020).

Seiring kemajuan teknologi, uang palsu yang beredar makin identik dengan uang asli. Meski hampir mirip, ia memastikan tetap ada perbedaan antara uang asli dan palsu.

BREAKING NEWS- Polisi Kuningan Tangkap Pengedar Uang Palsu Dolar Amerika, Ini Kronologinya

Kisah Bintang, Bantu Ayah Jualan Rambutan di Bandung, Pernah Dibayar Uang Palsu, Ingin Sekolah Lagi

Para pedagang bisa menggunakan jasa keuangan apapun untuk melakukan transaksi nontunai. Tinggal menyiapkan kode QR untuk media pembayaran para pembeli.

"Tidak hanya satu jasa keuangan nanti pembayaran transaksi nontunai ini tapi bisa dari jasa keuangan manapun," katanya.

Tri menambahkan, BI sudah memiliki standar pembayaran nasional kode QR. Yakni dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Pedagang yang punya nomor rekening juga bisa meminta QR code ke pihak bank. Bisa menjadi media pembayaran pembeli. Jadinya nanti terintegrasi," ujarnya.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved