VIDEO Rekonstruksi Kasus Pencabulan dan Penganiayaan Gadis Di Bawah Umur Di Cimahi

Pasca terjadinya pencabulan dan penganiayaan terhadap ZNS (15) di kebun tomat di kawasan Cipageran, Cimahi sebulan lalu

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik
 
TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Pasca terjadinya pencabulan dan penganiayaan terhadap ZNS (15) di kebun tomat di kawasan Cipageran, Cimahi sebulan lalu, pihak Sat Reskrim Polres Cimahi menggelar rekonstruksi di lokasi kejadian pada Selasa (10/3/2020) siang.
 
Saat reka adegan tersebut, seorang tersangka dihadirkan, sementara satu tersangka lagi tidak dihadirkan karena masih di bawah umur.
 
Ada 23 adegan yang direka ulang oleh tersangka Nanang (27) di dua lokasi yang hanya berjarak sekira 100 meter. 
 
"Rekonstruksi ini kami lakukan untuk menguatkan dakwaan. Berkasnya sudah ada di Jaksa, tinggal menunggu lengkap (P21)," kata Kanit Lidik 2 Harda Polres Cimahi Iptu Sipto Dwi Laksono di lokasi rekonstruksi, Selasa (10/3/2020).
Rekonstruksi kasus penganiayaan dan pencabulan seorang gadis berusia 15 tahun di kebun tomat di kawasan Cipageran, Kota Cimahi, Selasa (10/3/2020).
Rekonstruksi kasus penganiayaan dan pencabulan seorang gadis berusia 15 tahun di kebun tomat di kawasan Cipageran, Kota Cimahi, Selasa (10/3/2020). (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)
Di lokasi, Ia mengatakan bahwa korban meninggal dunia akibat luka yang cukup banyak yang mengakibatkan pendarahan yang cukup banyak. 
 
Terkait kondisi kejiwaan dari pelaku, Ia mengatakan bahwa kondisi kejiwaan pelaku cukup stabil mulai dari pemeriksaan hingga hari ini. 
 
Saat reka adegan, pelaku mengaku empat kali menusuk pipi sebelah kanan korban dan memukul korban menggunakan tangan pada bagian pipi sebelah kiri.
 
Korban ZNS sempat dirawat di Rumah Sakit Cibabat, Cimahi selama dua minggu dan meninggal dunia pada 12 Februari 2020.
 
Saat rekonstruksi, sejumlah warga menyaksikan proses rekonstruksi dan keluarga korban tidak dihadirkan saat rekonstruksi dilakukan.
 
Ada enam orang saksi yang dihadirkan saat proses rekonstruksi dilakukan jajaran Polres Cimahi.
 
Akibat perbuatan tersangka, Polisi menyangkakan pasal 81 ayat 5 dalam hal tindak pidana sesuai pasal 76D mengakibatkan luka berat dan pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun .
 
Kemudian pasal 82 sebagaimana pada pasal 76e dipidana paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.
 
Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Sigiro mengatakan, terhadap pelaku ditambahkan pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak (kekerasan mengakibatkan meninggal dunia). Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Video Production: Wahyudi Utomo
Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved