VIDEO Brewing Kopi Tubruk dengan Natural Process di Kafe Florist

Untuk proses brewing tubruk teknik natural process sebaiknya menggunakan jenis kopi Arabika. Kopi jenis Robusta biasanya hanya untuk mix coffee.

TRIBUNJABAR.ID BANDUNG- Untuk proses brewing tubruk teknik natural process sebaiknya menggunakan jenis kopi Arabika. Kopi jenis Robusta biasanya hanya untuk mix coffee. Biji kopi Arabika yang akan digunakan kali ini didapat dari pegunungan Manglayang, dataran tingi Bandung Utara, Kabupaten Bandung.

Proses pertama, biji kopi ditimbang dulu dengan alat timbang khusus kopi. Untuk brewing tubruk jenis kopi yang digunakan boleh varian apa saja, asalkan beratnya 12 gram dan airnya harus 200 ml untuk satu seduhan segelas kopi.

Sebelum diglinder, sebaiknya mesin glinder di-flash dulu menggunakan kurang lebih tiga biji kopi agar mesin glinder tak tercampur dengan aroma kopi lainnya. Proses flash ini sangat penting karena biasanya mesin glinder itu sering digunakan untuk meng-glinder kopi lainnya sehingga dikhawatirkan jika tidak di-flash akan bercampur aroma antara kopi yang akan kita brewing dengan kopi sebelumnya sehingga proses flash ini untuk menetralisir rasa kopi sebelumnya.

Brewing Kopi Tubruk dengan Natural Process di Kafe Florist, With Barista Kafe Florist, Apep Florist
Brewing Kopi Tubruk dengan Natural Process di Kafe Florist, With Barista Kafe Florist, Apep Florist (Tribun Jabar)

Untuk proses glinder brewing tubruk, harus menggunakan kecepatan medium. Untuk proses brewing tubruk, hasil glinder akan sedikit kasar. Jika akan membuat brewing tubruk untuk dua gelas atau lebih, sebaiknya tetap dibikin satu per satu gelas biar takarannya jauh lebih akurat.

Proses selanjutnya ke penyeduhan di mana untuk 12 gram kopi, sebaiknya menggunakan gelas yang berukuran 200 ml karena ini sesuai dengan standar kopi tubruk. Tapi terkadang ada juga barista yang menggunakan takaran kopinya 13,5 gram.

Untuk air panas menggunakan suhu 95 derajat karena menyesuaikan dengan karakter kopi tubruk Arabika varian Manglayang. Kemudian, untuk proses penuangan air sebaiknya diputar agar air dan kopi tercampur sempurna sehingga proses ekstrasinya maksimal.

Penuangan kopi ke gelas sebaiknya dilakukan di atas timbangan agar lebih akurat. Untuk gelas 200 ml dan kopi 12 gr, nanti setelah dituangkan akan menunjukkan berat 200 gram. Setelah itu, sebaiknya ditunggu selama 4 menit agar proses ekstrasinya optimal. Saat proses ekstrasi tersebut, krema kopi akan tetap di atas dan hanya ampasnya saja yang turun ke bawah.

Inilah Feby, Gadis Penjaga Warung Kopi, Bakatnya Hebat tapi Putus Sekolah, Dapat Perhatian Presiden

Minum Kopi Secara Berlebihan Ternyata Berbahaya, Berikut Beberapa Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul

Icon Ngadu Kopi
Icon Ngadu Kopi (Tribun Jabar)

Rasa dari brewing kopi tubruk teknik natural process ini rasanya akan jauh lebih ballance, semua karakter rasa akan keluar, seperti acid-nya keluar, body-nya, manisnya keluar, dan rasanya tidak long apertaising. Manurut Barista Apep, rasa dari kopi ini lebih jujur. Wangi dari seduhan kopi lebih frutty karena memang karakter biji kopi Manglayang seperti itu.

Setelah empat menit, saatnya mencoba rasa dari kopi tubruk brewing natural process. Caranya ambil sesendok seduhan kopi dari gelas, lalu taruh di ujung lidah dan langsung seruput agar si cairan kopi menyebar di rongga mulut. Kenapa? Karena lidah itu kan ada perasa manis, asam, pahit, jadi saat disemburkan itulah semua rasa dari kopi tubruk akan merata di dalam mulut.

Sebaiknya kopi tubruk dengan proses brewing natural ini diminum langsung setelah empat menit, jangan sampai ditunggu dingin karena ekstrak rasanya bisa berubah tidak ballance lagi. Jika diminum setelah dingin, maka rasa acid-nya lebih keluar dan akan lebih bold sehingga kurang ballance lagi.

Demikian episode pertama dari Ngadu Kopi Tribun Jabar. Next episode akan membahas mengenai brewing kopi v sixty (60) dengan teknik natural process.

Terima kasih kepada Tuhan YME, kang Yadi Florist, Apep Florist, Kafe Florist Pasar Bunga Tegallega Bandung, tim kreatif Tribun Jabar TV, dan semua pihak yang telah mendukung kesuksesan program ini.(*)

Penulis: Oktora Veriawan
Video Production: Wahyudi Utomo

Penulis: Oktora Veriawan
Editor: yudix
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved