Tekan Angka Kekerasan Seksual di Kabupaten Cirebon, Begini Upaya DP2KBP3A

DP2KBP3A Kabupaten Cirebon berupaya menekan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP2KBP3A Kabupaten Cirebon, Wiwin Winarni. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Cirebon berupaya menekan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Pasalnya, sepanjang 2019 sebanyak 108 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak terjadi di Kabupaten Cirebon.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DP2KBP3A Kabupaten Cirebon, Wiwin Winarni, mengakui jumlah kasus tersebut tergolong tinggi.

Sepanjang 2019, Tercatat 108 Kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Cirebon

Saat ini, pihaknya juga terus berupaya untuk melakukan pencegahan untuk mengurangi jumlah kasus tersebut.

Terlebih Kabupaten Cirebon ingin menjadi Kabupaten layak anak.

“Kami banyak melakukan edukasi dan advokasi, dari mulai sekolah hingga ke pesantren," kata Wiwin Winarni saat ditemui di DP2KBP3A Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Ampel, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/3/2020).

Pelaku Kekerasan Seksual di Kabupaten Cirebon Ternyata Didominasi Kalangan Terdidik

Wiwin mengakui tidak sedikit siswi yang menjadi korban kekerasan di sejumlah sekolah sehingga jajarannya langsung turun ke sekolah.

Selain itu, pihaknya telah memiliki jejaring hingga ke pedesaan untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Bahkan, kata Wiwin, hampir di setiap desa se-Kabupaten Cirebon sudah ada petugasnya masing-masing.

"Dari mulai Satgas hingga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) itu sudah ada di setiap desa," ujar Wiwin Winarni.

Modus Pelaku Kekerasan Seksual di Kabupaten Cirebon Diawali Perkenalan di Medsos

Ia mengatakan, jajarannya juga menyasar Puskesmas di Kabupaten Cirebon.

Hal itu dilakukan agar Puskesmas memberikan pelayanan maksimal khususnya yang berkaitan dengan anak-anak.

"Ada Puskesmas Beber yang berpredikat ramah anak, karena ada berbagai fasilitas untuk anak-anak. Misalnya, tempat bermain dan sarana konseling," kata Wiwin Winarni.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved