Menteri Sosial Klaim Angka Kemiskinan di Indonesia Menurun

Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia termasuk provinsi Jawa Barat.

Menteri Sosial Klaim Angka Kemiskinan di Indonesia Menurun
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Mensos Juliari Batubara 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan di Indonesia termasuk provinsi Jawa Barat. Untuk itu, Menteri Sosial Juliari Batubara mengatakan berbagai stimulus diberikan pemerintah untuk menekan angka kemiskinan tersebut termasuk memberikan bantuan Program Sembako sebesar Rp 1.287.983.150.000 untuk 2.550.001 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Provinsi Jawa Barat.

“Pemerintah telah bertekad agar jumlah penduduk miskin di Indonesia terus berkurang. Bantuan ini merupakah salah satu stimulus untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Jawa Barat,” kata Mensos saat meluncurkan Program Sembako di Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Selasa (10/3/2020).

Data Badan Pusat Statistik mencatat persentase penduduk miskin kembali menurun keangka 9,22% di bulan September 2019 dari sebelumnya 9,41% di bulan Maret 2019. Jika dilihat dari jumlah maka sudah sekitar 360 ribu orang keluar dari jerat kemiskinan dari Maret 2019 ke September 2019.

Menurut Mensos hal ini menunjukkan bahwa upaya penanganan kemiskinan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah yang salah satunya adalah Program Sembako dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Mari bersama-sama bekerja guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera,” kata mantan ketua Ikatan Motor Besar Indonesia 2 periode tersebut.

Iuran BPJS Kesehatan Batal Naik, Ridwan Kamil Berharap Pelayanannya Justru Harus Naik

Mensos menambahkan program sembako ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang lebih bergizi seimbang dan secara umum Program Sembako ini bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran mayarakat miskin agar dapat keluar dari garis kemiskinan termasuk kabupaten Cianjur.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat kemiskinan Jawa Barat pada September 2019 sebesar 6,82 persen, berarti terjadi penurunan kembali persentase kemiskinan sebesar 0,09 poin persen dibandingkan posisi Maret 2019 sebesar 6,91 persen. Berdasarkan jumlah, penduduk miskin pada September 2019 sebesar 3,38 juta orang, mengalami pengurangan mencapai 23,27 ribu orang dibandingkan pada posisi Maret 2019. Atau, selama satu tahun pada periode September 2018-September 2019 penduduk miskin di Jawa Barat turun cukup signifikan mencapai 163,51 ribu orang.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama mengatakan Bantuan sosial yang diserahkan dari Kementerian Sosial RI untuk kabupaten Cianjur tahun 2020 sebesar Rp 206.436.875.000. Bantuan tersebut terdiri dari Bantuan Program Keluarga Harapan Reguler sebesar Rp 101.165.275.000 untuk 129.842 KPM dan Bantuan Program Sembako sebesar Rp105.271.600.000 untuk 209.612 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di periode Januari, Februari dan Maret 2020.

Kondisi Terkini Kapten Persib Bandung Supardi Nasir Setelah Kemarin Cedera Lawan Arema FC

Disamping itu, kabupaten Cianjur juga mendapatkan bantuan bantuan sosial reguler sebesar Rp 3.150.000.000 tahun 2020. Bantuan tersebut terdiri dari bantuan Kube untuk 80 Kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 800 KPM senilai Rp.1.600.000.000. Bantuan renovasi rumah untuk 100 Unit RS-Rutilahu senilai Rp 1.500.000.000. Bantuan perbaikan sarana lingkungan 1 Lokasi senilai Rp 50.000.000.

“Penyaluran Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Cianjur dilaksanakan melalui kerjasama antara Kementerian Sosial Ditjen Penanganan Fakir Miskin dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) serta para Tim Koordinasi (TIKOR) di Kabupaten Cianjur,” kata Ase

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved