Mulai Minggu Dini Hari, Travelers dari Wilayah-wilayah di Tiga Negara Ini Dilarang Masuk Indonesia

Mulai Minggu dini hari, travelers dari wilayah-wilayah di tiga negara ini dilarang masuk Indonesia.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis memberikan kata sambutan saat pelepasan tim evakuasi warga negara Indonesia yang bekerja di kapal Diamond Princess di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (28/2/2020). Pemerintah mengevakuasi 68 WNI di Kapal Diamond Princess yang kini berada di Yokohama, Jepang, terkait merebaknya virus corona . 

TRIBUNJABAR.ID - Mulai hari Minggu (8/3/2020), Indonesia melarang pendatang dari tiga negara masuk ke Indonesia.

Keputusan ini berlaku mulai pukul 00.00.

Menurut laman Kontan, Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, menyampaikan kebijakan Pemerintah Indonesia yang akan mulai berlaku pada dini hari nanti bagi para pendatang.

Pemerintah juga akan terus memantau laporan perkembangan virus corona (Covid-19) di dunia yang disampaikan oleh World Health Organization (WHO). 

"Sesuai laporan terkini WHO, saat ini terdapat kenaikan signifikan kasus Covid-19 di luar Cina, terutama di tiga negara yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan," kata Menlu, Kamis (5/3/2020) dikutip dari laman setkab.go.id. 

Oleh karena itu, Menlu menyampaikan bahwa demi kebaikan semua, untuk sementara waktu, Indonesia mengambil kebijakan baru bagi pendatang/travelers dan ketiga negara tersebut sebagai berikut:

Pertama, Larangan masuk dan transit ke Indonesia, bagi para pendatang/travelers yang dalam 14 hari terakhir melakukan perjalanan di wilayah-wilayah, sebagai berikut: 

Untuk Iran   : Tehran, Qom, Gilan; 
Untuk Italia : Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche dan Piedmont; 
Untuk Korea Selatan : Kota Daegu dan Propinsi Gyeongsangbuk-do. 

Kedua, untuk seluruh pendatang/travelers dari Iran, Italia, dan Korea Selatan di luar wilayah tersebut, diperlukan surat keterangan sehat/health certificate yang dikeluarkan oleh otoritas kesehatan yang berwenang di masing-masing negara. 

Surat keterangan tersebut harus valid (masih berlaku) dan wajib ditunjukkan kepada pihak maskapai pada saat check-in.

Halaman
12
Editor: taufik ismail
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved