Rumah Sarda Kini Menggantung, Pondasinya Ambrol Tergerus Longsor, Hujan Deras Guyur Kuningan

Rumah milik Sarda (45) di Dusun Godong, Blok Bakom, RT 03/01, Desa Kramatwangi, Kecamatam Garawangi

Editor: Ichsan
tribunjabar/ahmad ripai
Sarda di depan rumahnya yang ambrol tergerus longsor 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Rumah milik Sarda (45) di Dusun Godong, Blok Bakom, RT 03/01, Desa Kramatwangi, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, tergerus longsor, Rabu (4/3/2020) sore.

Bencana longsor ini terjadi menyusul hujan deras yang mengguyur sejumlah lokasi di Kabupaten Kuningan, pada Rabu (4/3/2020) sore.

"Saat kejadian saya lagi di rumah, kebetulan malas berdagang," kata Sarda saat ditemui di rumahnya, Kamis, (5/03/2020).

Keluarga Sarda untuk sementara harus mengungsi. Pasalnya, bangunan rumah seluas 7 meter x 14 meter itu, masih rawan untuk ditinggali. Terlebih hujan yang terus terjadi di Kuningan.

"Kami mengungsi ke rumah Raksa Bumi (Pamong desa, red). Mulai kemarin sore pas pondasi rumah ambruk," kata Sarda.

Lama Tak Ada Kabar Setelah Skandal Burning Sun, Seungri Eks Bigbang Segera Ikut Wajib Militer

Pria yang akrab disapa Edo itu menjelaskan, sewaktu hujan turun ia tidak berjualan cilok keliling.  "Tidak tahu kenapa, sebelum ambruk pondasi rumah. Saya malas gak mau dagang," katanya.

Kebetulan, kata Edo, beberapa menit sebelum kejadian ia bersama anak, istri dan adik kandungnya yakni Wawan berkumpul di ruang sebelah dan makan sore bareng.

"Istri dan keempat anak saya terlihat biasa waktu makan juga," ujarnya.

Namun disaat bersamaan adik Edo yang tengah main gadget merasakan hal aneh. Edo melihat pergerakan tanah yang cukup menyita perhatiannya.

"Kok tanah di dapur bergerak," kata Edo kepada Wawan yang kebetulan juga sebagai Anggota Linmas desa setempat.

Namun Wawan sendiri malah terlihat santai. Ia merekam pergerakan tanah di bagian belakangan bangunan rumah Edo. "Iya, Wawan terus videoin sampai longsor seperti ini," kata Edo.

Wawan Kusnadi yang nyambi sebagai pedagang cilok itu mengatakan, saat itu ia sebenarnya harus siap-siap berangkat berdagang.

Polisi Gagalkan Pengiriman 200 Boks Masker ke Selandia Baru, Pelakunya Dua Mahasiswa

Terlebih paket dagangan yang sudah disiapkan di kendaraan roda dua miliknya tinggal dijajakan dan berkeliling kampung.

"Padahal saya kemarin tinggal berangkat dagang. Namun melihat bencana longsor kena rumah kakak, akhirnya saya tidak dagang," kata Wawan.

Selain harus mengevakuasi barang rumah tangga milik kakaknya, ia tidak berdagang juga karena harus melayani tamu yang datang.

"Saya angkut barang keluar. Terus petugas BPBD, TNI dan Polri berdatangan, minta data kejadian, " katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved