Ngaku sebagai Orang Pintar, Warga Kuningan Ini Setubuhi dan Gasak Uang Korban

Motif penipuan yang dilakukan tersangka, lanjut Lukman, adalah mengaku sebagai orang pintar. Lalu, ia minta berhubungan intim dan menipu korban

Ngaku sebagai Orang Pintar, Warga Kuningan Ini Setubuhi dan Gasak Uang Korban
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Sutarno alias Nano, Dusun Parakan II, RT 05/ 02, Desa Parakan, Kecamatan Maleber, harus mendekap di balik jeruji Mapolres Kuningan, Kamis (5/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN– Sutarno alias Nano, Dusun Parakan II, RT 05/ 02, Desa Parakan, Kecamatan Maleber, harus mendekam di balik jeruji.

Polisi menangkap Sutarno terkait dugaan kasus penipuan dan tindak tak senonoh terhadap lawan jenis alias perempuan.

Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik, mengatakan penangkapan terhadap Sunarto berawal dari laporan korban yang merasa tertipu oleh tersangka, beberapa waktu lalu.

Jajaran Unit Reskrim Polres Kuningan tak butuh waktu lama untuk menangkap tersangka yang sudah berkeluarga itu.

“Anggota kami tangkap tersangka di rumahnya,” ujar Lukman Syafri di halaman Mapolres Kuningan, Kamis (5/3/2020).

Motif penipuan yang dilakukan tersangka, lanjut Lukman, adalah mengaku sebagai orang pintar saat berkenalan dengan calon korban di media sosial Facebook.

Siapa Sosok Gadis Bertato di Perbatasan Bandung Diketahui, Masih 20 Tahunan, Diduga Tewas Dianiaya

Perang Perebutan Lahan di Pulau Adonara NTT, 6 Warga Tewas Diduga Terbunuh

Berbekal kontak dan perkenalan di Facebook itu, korban yang mendatangi rumah tersangka.

“Korban datang ke rumah tersangka untuk minta pengobatan, untuk anak korban. Korban dimintai uang sebesar Rp 5 juta,” kata Lukman.

Di kantor polisi, Sutarno pun mengakui hal yang sama. Di Facebook, ia lebih dulu memberikan saran kepada korban.

“Sudah kasih saran untuk pengobatan anaknya, si perempuan itu langsung saya ajak hubungan intim,” kata pria yang mengaku sebagai para normal ini bisa menyembuhkan berbagi penyakit.

Selain berhubungan intim, tersangka pun menipu korban, meminta pinjaman Rp 5 juta.

Uang pinjaman itu tak dikembalikan. “Uang sisanya, tinggal Rp 500 ribu,” kata Sutarno.

Ia mengaku tak hanya sekali melainkan beberapa kali melakukan hubungan intim dengan korban tersebut.

Hanya, Sutarno membantah hubungan intim tersebut karena paksaannya. “Ya suka sama suka aja,” ujarnya.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved