Virus Corona Masuk Indonesia, Pemkab Cirebon Imbau Warga Tidak Lakukan Panic Buying

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli bahan pangan secara be

Virus Corona Masuk Indonesia, Pemkab Cirebon Imbau Warga Tidak Lakukan Panic Buying
KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
ilustrasi panic buying 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau membeli bahan pangan secara berlebihan.

Seperti diketahui fenomena panic buying itu terjadi di Depok dan Jakarta setelah diumumkannya dua orang yang dinyatakan positif terpapar virus corona atau covid-19.

Menurut Kabid Perdagangan dan Promosi Disdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Heryadi, fenomena tersebut tidak perlu diikuti masyarakat Kabupaten Cirebon.

Pasalnya, hal itu justru akan berimbas pada kelangkaan bahan pangan di pasar dan harganya juga meningkat.

"Enggak perlu panic buying seperti itu  kalau belanja secukupnya saja," kata Dadang Heryadi saat ditemui di Disdagin Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (4/3/2020).

PWI Jabar Minta Wartawan Jaga Kesehatan dalam Meliput Kasus Virus Corona alias Covid-19

Ia mengatakan, sesuai hukum pasar, jika permintaan suatu barang meningkat maka harganya juga akan naik.

Menurut dia, ketidakstabilan harga semacam itu dikhawatirkan memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Karenanya, Dadang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir apalagi melakukan panic buying.

"Kasihan ke masyarakat yang lainnya nanti tidak bisa membeli bahan pangan yang dibutuhkannya, karena stoknya habis ataupun harganya melonjak," ujar Dadang Heryadi.

Selain itu, kata dia, dari hasil pemantauan jajarannya ketersediaan bahan pangan di pasaran juga sangat mencukupi.

Namun, Dadang mengakui stok gula pasir di pasaran mulai langka dan harganya juga mahal.

"Itupun karena Pemerintah Pusat belum membuka kran impor gula pasir, jadi memang tidak ada hubungannya dengan corona," kata Dadang Heryadi.

Pasien yang Dirawat di Ruang Isolasi RSUD Majalengka Punya Riwayat Sakit Ini Sejak Sebelum Umrah

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved