Soal Tempat Wisata di Sesar Lembang, Ahli Gempa ITB Sebut Tak Boleh Bikin Bangunan di Sesar lembang

Pembangunan objek wisata di dekat jalur Sesar Lembang seperti proyek Noah's Park oleh PT DAM Anugerah

Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Kegiatan Diskusi publik 'Dimana Sesar Lembang' pada Selasa (3/3/2020) yang diselenggarakan Karang Taruna Desa Pagerwangi, di Kecamatan Lembang, KBB. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Pembangunan objek wisata di dekat jalur Sesar Lembang seperti proyek Noah's Park oleh PT DAM Anugerah Pondok Mandiri mendapat perhatian dari ahli kegempaan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pembangunan tersebut tepat disamping Gunung Batu, Kampung Suka Tinggal, RT 1/2, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang yang masuk zona Sesar Lembang dan Kawasan Bandung Utara (KBU).

Sebetulnya, adanya pembangunan di jalur Sesar Lembang itu memang sah-sah saja selama unsur mitigasinya diperhatikan pihak pengembang termasuk dalam hal mendirikan bangunan.

Hal itu dikatakan Peneliti kegempaan Institusi Teknologi Bandung (ITB), Nuraini Rahma Hanifa saat mengadakan Diskusi publik 'Dimana Sesar Lembang' pada Selasa (2/3/2020) yang diselenggarakan Karang Taruna Desa Pagerwangi, di Kecamatan Lembang, KBB.

"Jadi kalau yang berbahaya itu mendirikan bangunan percis di atas (sesar). Kalau misalkan membangun kolam renang diatas sesar, terus bergerak, otomatis airnya melebar kemana-mana," katanya.

Perahu Kano yang Dinaiki Terbalik, Warga Sukatani Purwakarta Tenggelam di Waduk Jatiluhur

Atas hal tersebut, dia meminta sebisa mungkin jangan ada fasilitas umum yang dibangun di zona Sesar Lembang, apalagi pembangunan tempat wisata yang dilengkapi hotel.

"Tapi kalau yang dibuat taman, silahkan saja, karena kalau bergerak gak akan ada yang roboh. Jadi yang perlu dipikirkan kalau berada di atas sesar, sebisa mungkin jangan sampai ada bangunan," katanya.

Pihaknya juga menyarankan masyarakat yang tinggal di sekitar zona Sesar Lembang sebaiknya mendirikan bangunan dengan struktur tahan gempa sesuai standar nasional Indonesia (SNI).

Untuk saat ini, pihaknya sedang menghitung besaran pergeseran sesar Lembang menggunakan alat Global Positioning System (GPS) yang dipasang di beberapa titik.

"Alat tersebut digunakan untuk membaca pola pergerakan sesar saat ini seperti apa, hasilnya akan keluar setahun kedepan. Selain kita, ITB juga memasang lebih banyak stasiun pengamatan gempa di cekungan Bandung," kata Rahma.

Virus Corona Masuk Indonesia, Bupati KBB Minta Objek Wisata Batasi Kunjungan Wisatawan Asing

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved