PVMBG Jelaskan Penyebab Longsor di Cisayong Tasikmalaya, Dipicu Banjir Bandang di Hulu Sungai

PVMBG menjelaskan penyebab longsor di Cisayong Tasikmalaya. Dipicu banjir bandang di hulu sungai yang mengalir di bawah tebing.

Tribun Jabar/Firman Suryaman
Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, di hadapan Dandim 0612, Letkol Imam Wicaksana, dan Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, memaparkan penyebab longsor di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong. 

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Jajaran Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meninjau lokasi longsor di Kampung Palasari, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (4/3/2020) siang.

Bencana longsor yang terjadi Jumat (28/2/2020) pagi itu diduga telah menelan nyawa Ajengan Didi (63), warga setempat, serta sempat membuat 80 KK di Desa Indrajaya terisolasi.

Belasan murid SD meliburkan diri karena jalan desa sepanjang 100 meter tertutupi material longsor.

Seusai melakukan peninjauan lokasi, Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, mengatakan, penyebab tebing longsor ternyata akibat terjadi banjir bandang di hulu sungai yang melintas di bawah tebing.

Tim SAR gabungan mencari ajengan Didi dengan cara menyemprotkan air ke lahan belas longsoran, Senin (2/3/2020).
Tim SAR gabungan mencari ajengan Didi dengan cara menyemprotkan air ke lahan belas longsoran, Senin (2/3/2020). (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

"Kami lihat-lihat ke daerah hulu, ternyata telah terjadi banjir bandang yang menyebabkan tebing setinggi 30 meter longsor karena bagian bawah tebing tergerus material banjir bandang," kata Agus.

Menurut Agus, jika pasca-longsor tidak ada penanganan bersifat antisipasi pengamanan tebing, bukan tidak mungkin jika terjadi lagi banjir bandang, longsor pun akan terulang lagi.

"Ini harus jadi bahan perhatian. Jika warga tetap ingin bercocok tanam di lokasi musibah, setelah situasi pulih kembali, maka mau tidak mau harus ada rekayasa fisik terhadap tebing-tebing itu, agar tidak longsor," kata Agus.

Agus menambahkan, kondisi tersebut sudah disampaikan kepada Dandim 0612, Letkol Imam Wicaksana, serta Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, yang berada di lokasi.

Keduanya memantau upaya pencarian Ajengan Didi.

Jalan Desa di Tasikmalaya Tertutup Longsor, Belasan Murid SD Meliburkan Diri

Jalan Penghubung Santanamekar-Indrajaya Sudah Bisa Dilalui, Anak SD Terpaksa Digendong Saat Melintas

Penulis: Firman Suryaman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved