Breaking News:

Pastikan Tidak Ada Panic Buying, Disdagin Imbau Masyarakat Kabupaten Cirebon Tetap Tenang

Kabid Perdagangan dan Promosi Disdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Heryadi, memastikan fenomena panic buying itu tidak ada di Kabupaten Cirebon.

KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELA
Ilustrasi: Pusat perbelanjaan Grand Lucky di kawasan SCBD, Jakarta Selatan dipenuhi warga yang ingin membeli kebutuhan pokok pasca informasi dua orang WNI positif terinfeksi virus corona. Foto di lokasi Senin (1/3/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Fenomena panic buying atau pembelian bahan pangan secara berlebihan terjadi di Depok dan Jakarta setelah diumumkannya dua warga yang positif terkena virus corona atau covid-19.

Kabid Perdagangan dan Promosi Disdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Heryadi, memastikan fenomena panic buying itu tidak ada di Kabupaten Cirebon.

"Kami pastikan sampai saat ini tidak ada panic buying, dan jangan sampai terjadi di Kabupaten Cirebon," ujar Dadang Heryadi saat ditemui di Disdagin Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (4/3/2020).

Virus Corona Masuk Indonesia, Pemkab Cirebon Imbau Warga Tidak Lakukan Panic Buying

Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Cirebon tetap tenang dan tidak perlu panik apalagi sampai melakukan panic buying.

Pasalnya, jika masyarakat melakukan panic buying maka harga bahan pangan menjadi mahal.

Hal tersebut sesuai hukum pasar yang menyatakan bahwa saat permintaan meningkat harga pun akan meningkat.

Tak Perlu Panik, Stok Sembako di Kabupaten Cirebon Aman, Hanya Gula Pasir yang Kurang

Pihaknya juga memastikan hingga kini harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Kabupaten Cirebon masih relatif stabil.

"Stoknya juga kami pastikan aman, makanya masyarakat tidak usah panik," kata Dadang Heryadi.

Selain itu, kata dia, dari hasil pemantauan jajarannya ketersediaan bahan pangan di pasaran juga sangat mencukupi.

Dinkes Siapkan Ruang Isolasi Khusus di Sejumlah Rumah Sakit Kabupaten Cirebon

Namun, Dadang mengakui stok gula pasir di pasaran mulai langka dan harganya juga mahal.

"Itupun karena Pemerintah Pusat belum membuka kran impor gula pasir, jadi memang tidak ada hubungannya dengan corona," ujar Dadang Heryadi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved