Mantan Sekda Jabar Bacakan Pleidoi, Bersikukuh Tidak Bersalah dan Singgung Perubahan Nilai Suap

Mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa membacakan pembelaan atau pleidoi pada sidang di Pengadilan Tipikor Bandung

Tribunjabar/Mega Nugraha
Mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa membacakan pembelaan atau pleidoi pada sidang di Pengadilan Tipikor Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Mantan Sekda Jabar Iwa Karniwa membacakan pembelaan atau pleidoi pada sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (4/3/2020) siang.

Sebelumnya Iwa dituntut 6 tahun penjara oleh jaksa KPK pada sidang pekan‎ lalu. Dalam dakwaan, Iwa didakwa menerima suap Rp 900 juta. Namun, setelah melewati persidangan, di tuntutan, jaksa hanya bisa membuktikan Rp 400 juta.

Dalam pembelaannya, Iwa mengaku tidak bersalah. Setelah didakwa menerima suap ‎dan dituntut 6 tahun penjara‎. Di dakwaannya, ia mengkritik KPK soal uang yang dia terima.

"Dengan mudahnya jaksa penuntut umum mengubah nilai (dari Rp 900 juta) menjadi Rp 400 juta. Sesuai fakta sidang, saya menganggap jaksa tidak punya bukti keterkaitan saya dengan alat peraga kampanye bakal calon gubernur," ujar Iwa.

Semula, Iwa diduga menerima suap Rp 900 juta dari Sekretaris Dinas PUPR Henry Lincoln dan Kabid Tata Ruang Dinas PUP‎R Neneng Rahmi Nurlaili. Uang diberikan untuk memuluskan persetujuan gubernur tentang Raperda RDTR Pemkab Bekasi yang disahkan DPRD dan Pemkab Bekasi.

Foto-foto Pengamatan Saat Hari Tanpa Bayangan di Jakarta Hari Ini, Benda Seperti Tak Punya Bayangan

Dalam dakwaan jaksa, uang tersebut digunakan untuk membeli alat peraga kampanye untuk Pilgub Jabar oleh Anggota DPRD Bekasi, Soleman dan dibantu Anggota DPRD Jabar, Waras Wasisto yang menerima uangnya dari Henry Lincoln dan Neneng Rahmi.

Ia juga mengutip kesakian mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, terpidana suap Meikarta yang dihadirkan di persidangan Iwa.

"Kesaksian (eks) Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin di persidangan mengatakan bahwa dia tidak pernah melihat spanduk alat peraga kampanye dengan foto saya dipasang di Bekasi‎," ujar Iwa.

Menurut Iwa, dakwaan dan tuntutan jaksa seharusnya diputuskan hakim tidak didukung dengan alat bukti yang ada. Dia akui, jaksa memang menghadirkan bukti alat peraga berupa foto-foto alat peraga yang lusuh.

Jadi Rujukan Wilayah III Cirebon, Wali Kota Pastikan RSD Gunung Jati Siap Tangani Pasien Corona

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved