Ibu Rumah Tangga Kirim Gambar ke Pria Hidung Belang, Prostitusi Online di Majalengka Terungkap

Diduga, wanita itu melancarkan aksinya dengan modus menawarkan jasa seks komersial melalui aplikasi WhatsApp (WA).

eki yulianto/tribun jabar
Ibu Rumah Tangga pelaku prostitusi online dihadirkan di halaman Gedung Satreskrim Polres Majalengka saat konferensi pers, Selasa (3/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Sat Reskrim Polres Majalengka berhasil membongkar kasus prostitusi online di Majalengka dengan berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial HP (35).

Diduga, wanita itu melancarkan aksinya dengan modus menawarkan jasa seks komersial melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan tersangka menjajakan para wanita dengan mengirimkan foto-foto para wanita tersebut di Whatasapp.

"Pelaku seorang wanita ibu rumah, modusnya dia mengirimkan gambar-gambar kepada para lelaki hidung belang, ada beberapa barang bukti chat pemesanan yang kita amankan," ujar AKBP Bismo.

"Meski begitu, tersangka mengaku tidak pernah menjajakan wanita atau gadis di bawah umur. Ia sudah 4 kali melakukan aksinya dengan menawarkan terhadap para laki-laki," ucapnya.

Kapolres menjelaskan, kornologi penangkapan bermula saat petugas menemukan seorang pria yang bukan pasangan sahnya bersama dua orang wanita (PSK) yang dijajakan dan difasilitasi oleh tersangka di salah satu kamar hotel.

Kejadian itu, terjadi pada Jumat (28/2/2020) sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah kamar hotel di wilayah Kabupaten Majalengka.

"Akhirnya kami berhasil mengamankan satu tersangka sebagai Mamih dari dua wanita tersebut untuk dilakukan proses lebih lanjut," kata dia.

Kejadian tersebut juga, lanjut Kapolres, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Di antaranya, tiga buah handphone berbagai merk dan uang tunai sebesar Rp 1,7 juta.

Serta, ada beberapa bukti yang telah di screenshot dari aplikasi WhatsApp.

"Akibat perbuatan prostitusi online tersebut, tersangka akan kami jerat pasal 27 ayat 1 Jo pasal 45 ayat 1 UU No 19 tahun 2016, tentang Informasi dan transaksi elektronik. Dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar," jelas Kapolres.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved