Virus Corona, Wakil Ketua DPRD Jabar Minta Warga Tidak Panik, tapi Tetap Harus Waspada

Wakil Ketua DPRD Jabar H Oleh Soleh meminta masyarakat untuk tidak panik dengan ditemukannya orang

istimewa
Wakil Ketua DPRD Jabar H Oleh Soleh (kedua kiri) di satu acara 

TRIBUNJABAR.ID - Wakil Ketua DPRD Jabar H Oleh Soleh meminta masyarakat untuk tidak panik dengan ditemukannya orang yang terpapar virus corona di Jawa Barat dan 24 orang di Kota Bandung tengah dipantau. Menurutnya, masyarakat memang harus tetap waspada, tetapi tidak boleh panik.

"Waspada harus tetap akan tetapi jangan panik. Yang penting Jaga kebersihan. Yang sakit atau kondisi badan lemah, segera istirahat dan pakai masker. Kondisi imun tubuh yang prima bisa menangkal atau menyembuhkan dari virus corona ini," kata Oleh melalui ponselnya, Selasa (3/3/2020).

Oleh pun menyentil angka fatality rate dari virus corona, yang dikatakannya baru sekitar 2 persen. Bahkan ia menyebutkan pasien yang terjangkit sebelumnya, kini sudah banyak yang sembuh.

Begitupun, kata Oleh, Pemprov Jabar saat ini terus melakukan langkah-langkah perventif terkait sebaran virus Corona.

Di Tempat Lain Harga Masker Melambung, Ace Hardware Tetap Jual Masker dengan Harga Normal

Sebelumnya Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip menuturkan, 24 orang yang dipantau memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit seperti Jepang dan Korea.

Mereka dipantau selama 14 hari ke depan meski tidak memiliki gejala penyakit batuk dan pilek.

"Dalam statusnya, orang dalam pemantauan itu sudah ada 31 orang. Sebanyak 7 orang sudah selesai sedangkan 24 orang masih dalam pemantauan dan  akan dilakukan selama 14 hari," kata Rosye, kepada wartawan.

Rosye menambahkan, 24 orang tersebut dipantau berdasarkan laporan yang diterima langsung oleh Dinas Kesehatan atau melalui Puskesmas yang tersebar di Bandung.

Dia memastikan, selama dipantau mereka tidak akan diisolasi atau dikarantina di rumah sakit melainkan di rumahnya masing-masing.

Dua WNI Positif Corona, Banyak Warga Datang ke RSHS Bandung Minta Surat Bebas Corona

"Kalau pemantauan itu di rumah, jadi enggak ada yang diisolasi," ujarnya.

Rosye mengatakan, teknis pemantauan dilakukan dengan cara melakukan koordinasi dan komunikasi.

Apabila ada yang enggan berkoordinasi, maka petugas akan turun ke lapangan dan mendatangi rumahnya. Sejauh ini, dia memastikan, koordinasi dengan 24 orang tersebut berlangsung lancar.

Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved