Jumat, 5 Juni 2026

WNI Positif Terkena Virus Corona

Polisi Awasi Oknum Penimbun Masker dan Hand Sanitizer di KBB dan Cimahi

Anggota Polres Cimahi bakal mengawasi terhadap oknum penimbun masker dan hand sanitizer di KBB & Kota Cimahi menyusul adanya penyeberan virus corona

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi : Pengguna masker dan hand sanitizer. (Foto: Tribun Jabar/Gani Kurniawan - Megapixl.com) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH - Anggota Polres Cimahi bakal melakukan pengawasan terhadap oknum penimbun masker dan hand sanitizer di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi menyusul adanya penyeberan virus corona Novel (Covid-19).

Hal tersebut karena saat ini ketersediaan masker dan hand sanitizer di sejumlah apotek di KBB dan Kota Cimahi sudah mulai langka akibat diborong masyarakat yang merasa panik adanya penyebaran virus asal Kota Wuhan China itu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki membenarkan bakal dilakukannya pengawasan terhadap oknum penimbun masker dan hand sanitizer tersebut.

Waspada Corona, Dinkes Kabupaten Cirebon Ajak Masyarakat Terapkan Pola Hidup Sehat

Cristiano Ronaldo dkk Terancam Setelah Juventus Lawan Tim yang Pemainnya Positif Virus Corona

Profesor Unair Klaim Temukan Anti- Virus Corona, Gubernur Jatim Langsung Apresiasi, Begini Risetnya

Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona.
Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona. (Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

"Iya, betul," ujar Yoris saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan singkat, Selasa (3/3/2020).

Sementara Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi Sigiro menambahkan, pihaknya bakal melakukan pengecekan dan operasi di pasar dalam rangka mengantisipasi penimbunan masker dan hand sanitizer itu.

"Untuk oknum penimbun, tentu kalau terbukti nanti akan kami amankan dan ada konsekuensi hukumnya," kata Yohannes.

Selain itu, pihaknya juga bakal mengantisipasi penyebaran informasi hoaks mengenai mewabahnya virus corona yang bisa meningkatkan kepanikan dan kekacauan di masyarakat baik di KBB maupun Kota Cimahi.

"Cek kembali kebenaran dan faktanya dari sumber sumber yang terpercaya dan berkompeten," ucapnya.

Kelangkaan masker terjadi Di Apotek K-24 Padalarang, bahkan hal tersebut sudah terjadi selama sebulan yang lalu karena distributor masker sudah tidak memberikan suplai.

"Sempat dikirim, tapi hanya 1 box yang isinya 14 plastik, per plastik isinya hanya 4. Harganya per plastik Rp 13 ribu dan itu saja stok terakhir," ujar Firman, apoteker di Apotek K-24.

Tak hanya masker, masyarakat juga, kata dia saat ini ramai memburu handsanitizer dan suplemen imunitas untuk anak dan dewasa yang mengandung curcuma.

"Peningkatan pembelian suplemen itu dalam sehari hingga 4 kalilipat dari biasanya," kata dia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved