WNI Positif Terkena Virus Corona

Polda Jabar Terus Telusuri Kemungkinan Adanya Penimbun Masker dan Hand Sanitizer

Polda Jabar belum mendapatkan laporan adanya dugaan penimbunan masker dan hand sanitizer, pihaknya hingga sekarang masih terus melakukan penelusuran

Kolase Tribun Jabar
Ilustrasi : Pengguna masker dan hand sanitizer. (Foto: Tribun Jabar/Gani Kurniawan - Megapixl.com) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polda Jabar belum mendapatkan laporan adanya dugaan penimbunan masker dan hand sanitizer di Jawa Barat dan pihaknya hingga sekarang ini masih terus melakukan penelusuran.

Pihaknya mengakui, saat ini, ketersediaan masker dan hand sanitizer atau alat cuci tangan sudah mulai sulit ditemukan di beberapa daerah di Kota Bandung.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga mengatakan, pihaknya belum menerima laporan dan masih akan melakukan pengecekan.

Masker dan Hand Sanitizer Habis di Sejumlah Supermarket dan Apotek Kota Bandung, Imbas Virus Corona

Harga Satu Kotak Masker Isi 20 Lembar Tembus Rp 1,7 Juta, Harga Normal Ada tapi Stok Kosong

"Belum temukan itu (penimbunan). Saya cek dulu lah ya," ujar Erlangga, saat dihubungi, Selasa (4/3/2020).

Sementara untuk langkah antisipasi terjadinya panik buying di tengah-tengah masyarakat akibat adanya dua warga negara Indonesia ( WNI) yang dinyatakan positif virus corona, Erlangga mengaku pihaknya masih menunggu intruksi dari pusat.

"Kalau itu kan otoritasnya pemerintah pusat, nanti yang menyampaikan pemerintah pusat lah. Kita gak ada otoritas di situ, ya," katanya.

Profesor Unair Klaim Temukan Anti- Virus Corona, Gubernur Jatim Langsung Apresiasi, Begini Risetnya

Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona.
Sekelompok peneliti dari Professor Nidom Foundation (PNF) di Pasuruan, Jawa Timur, menciptakan anti- virus corona. (Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menurunkan personelnya di pusat perbelanjaan untuk melakukan pengamanan menyusul masuknya virus corona ke Indonesia yang dapat menimbulkan panic buying atau belanja berlebihan.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved